Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tom Lembong Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Impor Gula, Begini Jejak Karirnya

Halimatu Sadiah • Rabu, 30 Oktober 2024 | 07:01 WIB
Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi impor gula 2015-2016.
Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi impor gula 2015-2016.

RADAR BOGOR - Thomas Trikasih Lembong atau yang lebih dikenal dengan Tom Lembong, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi impor gula periode 2015-2016 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Tom Lembong ditahan sebagai tersangka korupsi dalam kasus impor gula, karena pada saat itu sebagai Menteri Perdagangan, dia diduga memberi izin impor ratusan ton gula meskipun Indonesia sedang surplus.

Selain Tom Lembong, Kejagung menetapkan Direktur PT PPI berinisial CS sebagai tersangka kedua, dengan dugaan kerugian negara mencapai Rp 400 miliar akibat izin yang diberikan.

Jejak Karir Tom Lembong

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Tom Lembong memulai kariernya di Morgan Stanley (Singapura) pada 1995, lalu menjadi bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia (1999-2000).

Ia menjabat sebagai kepala divisi dan wakil presiden senior di BPPN (2000-2002), yang bertugas merestrukturisasi sektor perbankan pasca-Krisis Keuangan Asia 1998.

Dari 2002 hingga 2005, Tom Lembong bekerja di Farindo Investments.

Pada 2006, ia mendirikan Quvat Management, perusahaan ekuitas swasta di Singapura, dan menjabat sebagai presiden komisaris PT Graha Layar Prima Tbk (BlitzMegaplex) (2012-2014).

Tom Lembong kembali ke pemerintahan pada 2013 sebagai penasihat ekonomi dan penulis pidato untuk Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dan terus berperan hingga Jokowi menjadi Presiden.

Tom Lembong menulis beberapa pidato penting, termasuk pidato "Game of Thrones" di IMF-Bank Dunia 2018 dan pidato "Thanos" di Forum Ekonomi Dunia.

Setelah meninggalkan pemerintahan, ia mendirikan Consilience Policy Institute di Singapura, yang fokus pada kebijakan ekonomi reformis di Indonesia.

Pada Agustus 2021, Anies Baswedan menunjuk Tom sebagai Ketua Dewan PT Jaya Ancol, satu-satunya BUMD di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek.

Diketahui, Tom Lembong juga pada 2015-2016 sempat menjabat sebagai Menteri Perdagangan.

Baru-baru ini saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Tom Lembong diketahui menjadi tim sukses dari pasangan calon nomor urut satu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.***

Editor : Halimatu Sadiah
#Kasus korupsi impor gula #Tom Lembong #Tom Lembong ditahan Kejagung #Jejak karir tom lembong