RADAR BOGOR - Menteri PKP Maruarar Sirait mengadakan pertemuan dengan Mendagri Tito Karnavian dan Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta Senin (4/11/2024) malam untuk membahas program 3 Juta Rumah.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP meminta dukungan Mendagri dan Mensos untuk memberikan masukan guna mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah, yang merupakan salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, Menteri PKP juga mendorong kampanye 'Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat', dengan tujuan mengajak semua pihak, termasuk kementerian dan lembaga lainnya, terlibat aktif dalam program pembangunan perumahan ini.
"Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah yang sangat penting, para menteri harus menjadi contoh untuk efisiensi dan kerja samanya. Selain itu, keterbukaan informasi juga penting agar publik dapat melakukan pengawasan," ujar Maruarar Sirait di Jakarta.
Ia menekankan bahwa koordinasi lintas instansi merupakan bukti bahwa penyelesaian masalah memerlukan kerja sama tim yang solid, bukan hanya peran satu kementerian saja.
"Dia pun berharap agar Program tiga Juta Rumah ini dapat terlaksana dengan sebaik baiknya, agar masyarakat Indonesia dapat memiliki hunian yang layak," katanya.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Mendagri Tito telah melakukan inspeksi mendadak ke Rusun Pasar Rumput di Jakarta Selatan usai mengikuti kegiatan Kabinet Merah Putih di Lembah Tidar, Akmil Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (27/10/2024).
Dalam sidak tersebut, kedua menteri sepakat untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses rumah susun di Jakarta.Rusun Pasar Rumput diprioritaskan untuk guru, Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan rendah, anggota TNI-Polri berpangkat rendah, serta pekerja dari kalangan milenial.
"Banyak guru yang bekerja di Jakarta namun tinggal jauh. Mereka harus diprioritaskan, diikuti TNI-Polri berpangkat rendah, ASN, dan juga milenial," jelas Ara.
"Pekerja milenial yang beraktivitas di sekitar Thamrin, Sudirman, dan Setiabudi juga akan diberikan prioritas. Ini diharapkan menjadi contoh," tambahnya. (***)
Penulis : Aulia Puspita Dewi/Magang UNB
Editor : Yosep Awaludin