Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores NTT Meningkat, Zona Bahaya Diperluas

Yosep Awaludin • Minggu, 10 November 2024 | 12:33 WIB
Gunung Lewatobi Laki-Laki di Flores NTT yang meletus dan terus mengalami erupsi.
Gunung Lewatobi Laki-Laki di Flores NTT yang meletus dan terus mengalami erupsi.

RADAR BOGOR—Sejak Sabtu (9/11/2024), aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah meningkat pesat.

Ini menyebabkan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengubah zona bahaya Gunung Lewotobi Laki-Laki dari 8 kilometer menjadi 9 kilometer di wilayah barat daya-barat laut.

Gunung Lewotobi Laki-Laki beberapa kali mengalami erupsi eksplosif besar dalam dua hari terakhir, menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pada Jumat, 8 November 2024 pukul 01.25 WITA, terjadi erupsi dengan tinggi kolom sekitar 5000 meter dari atas kawah G. Lewotobi Male, yang diikuti oleh awan panas dengan jarak 3000 meter ke arah timur laut.

Kemudian terjadi erupsi pada pukul 04.47 WITA pada Sabtu 9 November 2024. Kolomnya berwarna coklat kelabu tebal dan condong ke arah barat daya, barat laut, dan barat daya.

Awan Panas juga terjadi setelah erupsi, dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah barat laut dari pusat erupsi.

Setelah itu, erupsi terjadi pada jam 07.16, 08.50, 11.23, 12.33, 12.53, 15.08, 16.40, 18:15, dan 19:42 WITA, dengan kolom erupsi berkisar antara 1.000 dan 6.000 meter.

Melihat aktivitas yang meningkat dan luasnya zona bahaya, BNPB kembali membuka beberapa lokasi pengungsian. Ini dilakukan karena lokasi pengungsian di Kabupaten Flores Timur sudah tidak cukup untuk menampung jumlah pengungsi yang terus meningkat.

"SDK Eputobi, yang berada di Kecamatan Titehena, adalah tempat pengungsian terbaru yang sudah mulai menampung masyarakat yang menungsi sejak kemarin sore. Rencananya, jika jumlah pengungsi terus bertambah, akan kembali disiapkan titik pengungsian lainnya," kata Abdul Muhari.

Meskipun demikian, Agus Riyanto, koordinator perwaklian BNPB yang bertugas di lokasi tersebut dan Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, melaporkan bahwa sejak sore kemarin, 1.049 warga dari tujuh desa mulai mengungsi.

Mengingat ini adalah pos pengungsian pertama yang beroperasi, BNPB berkolaborasi dengan pihak lain terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi para pengungsi. Ini termasuk menyiapkan tenda tambahan untuk kasus di mana gedung sekolah tidak dapat menampung semua orang

Selain itu, perlengkapan tambahan seperti matras, kasur lipat, selimut, perlengkapan kebersihan, peralatan memasak, makanan dan minuman, tenaga medis, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya mulai disiapkan.

Selain itu, diupayakan untuk menyediakan tandon-tandon air untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Masyarakat desa sekitar menyatakan bersedia untuk menggunakan kamar mandinya untuk umum, sementara pengungsian memiliki toilet portabel.

Sejak perubahan yang dimulai kemarin, setiap pengungsi harus dilayani sebaik mungkin untuk mendapatkan yang terbaik dan berhasil.

Di Kabupaten Flores Timur ini, guru-guru telah menerima bantuan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk bantuan logistik, layanan kesehatan, dan dukungan psikososial.

Adanya tenaga medis yang langsung memberikan pengobatan kepada pengungsi dan dukungan psikosial melalui bernyanyi, bercanda, dan berpartisipasi dalam kegiatan dengan pengungsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, terutama anak-anak, menunjukkan dukungan pelayanan kesehatan.

Selain itu, bantuan makanan telah diberikan di dapur umum oleh warga sekitar dan ibu-ibu yang ditugaskan untuk membuat makanan. Akhir kata, beberapa siswa dengan senang hati berpartisipasi dalam pendistribusian logistik. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#gunung lewatobi laki laki #ntt #zona bahaya