Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sejarah Tol Cipularang Lokasi Tabrakan Beruntun Dikenal Rawan Kecelakaan, Ini Titik yang Harus Diwaspadai

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 12 November 2024 | 06:41 WIB
Tabrakan beruntun di Tol Cipularang diduga melibatkan 17 kendaraan.
Tabrakan beruntun di Tol Cipularang diduga melibatkan 17 kendaraan.

RADAR BOGOR -  Tol Cipularang yang menjadi lokasi kecelakaan beruntun pada Senin (11/11) sore dikenal sebagai salah satu lokasi rawan terjadinya peristiwa maut. 

Pada kecelakaan yang melibatkan banyak kendaraan itu, satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Berikut sejarah Tol Cipularang yang dikenal rawan kecelakaan.

Tol Cipularang merupakan singkatan dari Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang yang selesai dibangun pada akhir 2005. 

Tol ini menghubungkan Kecamatan Cikampek di Kabupaten Karawang dan Kecamatan Padalarang di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Sejak tahun 1990-an tol ini mulai dibangun. Saat itu pemerintah berencana membuat jalan tol penghubung antara Jakarta dengan Bandung dan direncanakan bercabang dari Tambun atau Cikarang Barat dan berbelok ke selatan menuju Jonggol.

Setelah itu berlanjut ke Mande atau Ciranjang di Cianjur sampai Padalarang yang terhubung dengan Tol Padaleunyi.

Semula proyek ini sempat diberi nama Plan Tol Cigolarang atau Cikarang, Jonggol, Cianjur, dan Padalarang.

Seiring berjalannya waktu proyek ini gagal, terurama bersamaan dengan kabar batalnya pemindahan Ibukota Indonesia ke kawasan Jonggol.

Tol ini lalu dibuat melintasi pegunungan timur Jatiluhur yang jalannya sebenarnya lebih curam dan diharuskan membangun banyak jembatan yang panjang dan tinggi untuk menyebrangi sungai dan jurang di trayek tersebut.

Pembangunannya kemudian dibagi dua yakni melintasi Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat.

Tahap pertama yakni Cikampek-Sadang dan dibuka 1 Agustus 2003. Lalu Padalarang-Cikamuning yang dibuka pada 21 September 2003 sepanjang 17,5 km.

Tahap kedua adalah Sadang-Cikamuning dan dibuka pada 26 April 2005 sepanjang 41 km. 

Dengan pembangunan tol ini, jarak Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat. Jalan tol ini pun menjadi bagian dari Tol Purbaleunyi sepanjang 90 km.

Ruas Tol Cipularang dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan terutama di sepanjang kilometer 90 sampai kilometer 100.

Pada titik itu sepanjang sekitar 10 kilometer itu arus dari arah Jakarta mengalami tanjakan panjang, sedangkan arus sebaliknya atau berlawanan mengalami turunan panjang.

Tak hanya itu terdapat tikungan tajam di lanjur arah Bandung dari Jakarta. Kemudian terdapat jalan menurun yang curam dan berpotensi membuat pengemudi kesulitan mengendalikan kendaraan.

Ada pula jalur yang lurus tepatnya di KM 95 dengan yang berpotensi membuat pengendara mengantuk.

Setiap tanjakan panjang dan curam biasanya terdapat penambahan lajur untuk truk dan bus yang berjalan lambat. 

Dirangkum dari berbagai sumber, kecelakaan kerap terjadi di Tol Cipularang. Salah satunya pada 3 September 2011 silam dan menimpa artis Saipul Jamil.

Ketika itu pedangdut Saipul Jamil bersama istri dan keluarganya mengalami kecelakaan di Tol Cipularang KM 97 di ruas tol arah Jakarta.

Mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Saipul saat itu hilang keseimbangan dan menabrak pembatas jalan. Sang istri, Virginia meninggal dunia karena terlempar dari mobil.

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#tol cipularang #tabrakan beruntun #saipul jamil #sejarah