RADAR BOGOR - Pembangunan jalan di sebuah desa menggunakan iuran warga dan sumbangan warganet serta bertuliskan "Bukan Dana Desa" viral di media sosial.
Dalam video yang beredar tampak kondisi jalan desa yang semula rusak, beralaskan tanah dan batu berubah usai dicor. Jalan tersebut berhasil dibangun berkat iuran warga dan dana dari warganet di TikTok.
Video yang memperlihatkan suasana desa yang viral karena memiliki jalan yang dibangun tanpa menggunakan dana desa diunggah di TikTok @ihyak_ulumudd1n.
Pemilik akun, Ihayak Ulumiddin pada sejumlah videonya memposting suasana desa yang kini jalannya berbeton.
Desa tersebut berada di Batuporo Barat, Kecamatan Kedundung, Sampang, Madura.
Awal mulanya, Ihayak Ulumiddin, warga setempat merekam video pembangunan jalan lalu mempostingnya ke akun TikTok-nya. Video itu kemudian viral dan membuat penonton menyumbangkan koin.
Warga lalu gotong royong membangun jalan tanpa bantuan dana desa. Hasilnya, uang tersebut dibangun untuk jalan desa di sejumlah titik.
Kondisi jalan di desa tersebut sebelumnya rusak dan perlu perbaikan. Akan tetapi, selama ini warga belum mendapatkan bantuan dana desa.
Kini terdapat sejumlah titik jalan yang berhasil dicor. Warga sepakat memberi tulisan pada jalan yang dibangun swadaya dengan tulisan "Dana Warga Koin TikTok", "Bukan Dana Desa", hingga "Dana Warga".
"Sudah puluhan tahun. Warga tiap tahun patungan dan pada akhirnya dibeton juga oleh warga," tulis keterangan pada salah satu unggahan di TikTok @ihyak_ulumudd1n.
Di video lainnya, tampak warga semangat membangun jalan desa dengan dana yang telah terkumpul.
"Ucapan terima kasih kepada seluruh warga TikTok yang telah mendonasikan sebagian rizkinya untuk pengecoran jalan," tulis Ihayak Ulumiddin.
Kisah warga membangun jalan tanpa bantuan dana desa viral di media sosial dan mendapat berbagai tanggapan warganet.
Sebagian netizen di jagat maya memuji langkah warga dan salut karena kekompakannya.
"Kompak selalu dan semoga semakin banyak yang berdonasi, biar jalan sedesa dicor semuanya," tulis komentar salah satu warganet.
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim