Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Survei Kaukus Kesehatan Jiwa: Banyak Pekerja Mengalami Stres Akibat Beban Kerja Berlebihan dan Keseimbangan Kerja-Hidup yang Rendah

Halimatu Sadiah • Kamis, 14 November 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi stress karena beban pekerjaan.
Ilustrasi stress karena beban pekerjaan.

RADAR BOGOR - Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa (Keswa) mengungkapkan hasil survei mengenai kesehatan jiwa pekerja di sektor keuangan.

Hasilnya menunjukkan banyak pekerja yang mengalami stres, dengan penyebab utama adalah beban kerja yang berlebihan dan keseimbangan kerja-hidup yang rendah.

Survei Kaukus Keswa ini dipresentasikan di hadapan media di Jakarta pada Rabu (13/11/2024).

Temuan ini mengungkapkan bahwa pekerja di sektor keuangan Indonesia rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa.

Survei tersebut menemukan bahwa hampir 30 persen pekerja sektor keuangan mengalami stres, dengan gejala utama berupa kehilangan semangat dan kelelahan kerja.

Ray Wagiu Basrowi, peneliti utama dan inisiator Kaukus Keswa, menjelaskan bahwa studi ini menunjukkan pekerja muda (di bawah 40 tahun) dan pekerja perempuan di sektor keuangan paling rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa.

"Studi ini menunjukkan bahwa sekitar 30 persen responden mengalami penurunan stamina dan kelelahan kerja, terutama di kalangan pekerja perbankan dan lembaga keuangan BUMN," ungkapnya.

Ray menambahkan bahwa survei ini memberikan data baru tentang kesehatan jiwa pekerja di Indonesia, yang sebelumnya belum pernah ada data valid yang menggambarkan kondisi mental pekerja sektor keuangan secara spesifik.

Meskipun fokus pada sektor keuangan, survei ini juga dapat menggambarkan kondisi pekerja secara umum.

Studi ini menggunakan kuesioner New Brief Job Stress Questionnaire (SV-NBJSQ) yang tervalidasi, yang sangat sensitif dalam mengidentifikasi status kejiwaan dan penyebab stres di kalangan pekerja.

Secara umum, hasil survei ini mengungkapkan bahwa pekerja muda (di bawah 40 tahun) berisiko 2,4 kali lebih tinggi mengalami kurang energi atau kelelahan karena stres. Selain itu, 33 persen pekerja level staf dan hampir 30 persen pekerja di sektor keuangan swasta juga mengalami hal serupa, bahkan 53,8 persen debt collector mengalami kelelahan akibat stres.

Ray mengidentifikasi tiga faktor utama yang berkontribusi pada stres kerja, yakni kurangnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, kurangnya koordinasi dalam organisasi, dan beban kerja yang berlebihan.

Prof. Rofikoh Rokhim, Ketua Tim Peneliti Kaukus Keswa, menegaskan bahwa penelitian ini sangat valid, dengan melibatkan 5.560 responden dari seluruh sektor keuangan di Indonesia, termasuk perbankan, asuransi, regulator, LPS, dan fintech di 36 provinsi.

Guru besar Universitas Indonesia ini menyatakan bahwa survei ini membuktikan bahwa pekerja sektor keuangan menghadapi risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan jiwa karena tekanan dan dinamika industri keuangan yang sangat berat dan terkait dengan regulasi yang ketat.***

Penulis: Aulia Puspita Dewi/Magang-UNB

Editor : Halimatu Sadiah
#kesehatan jiwa #Keswa #stress #Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa #survei