Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Apakah Ghosting Selalu Salah? Berikut 7 Situasi saat Pergi Tanpa Kabar Bisa Jadi Solusi

Diyah Feronika • Sabtu, 16 November 2024 | 04:38 WIB
Ada kalanya ghosting menjadi solusi yang baik dan kamu tidak perlu merasa bersalah.
Ada kalanya ghosting menjadi solusi yang baik dan kamu tidak perlu merasa bersalah.

RADAR BOGOR – Pernah dihadapkan pada situasi yang mana hubungan dengan seseorang begitu rumit hingga menghilang tanpa jejak atau ghosting menjadi satu-satunya jalan keluar?

Ghosting atau menghilang tanpa jejak dan kabar seringkali dianggap sebagai tindakan yang egois, pengecut, dan tidak beretika.

Fenomena ini biasanya terjadi dalam hubungan romansa modern dan terjadi di kalangan Milenial serta Gen Z.  Kini, kasus ghosting sudah seperti hal yang “lumrah” terjadi.

Namun, apakah ghosting hal yang salah? Menurut survei ThrivingCenter of Psychology, dari 1000 responden generasi muda, 84% pernah mengalami ghosting, dan 67% di antara mereka akhirnya melakukan ghosting pada orang lain.

Secara umum, ghosting memang hal yang kurang baik untuk dilakukan. Akan tetapi, selalu ada pengecualian dalam situasi-situasi tertentu.

Dilansir Radar Bogor dari YourTango, berikut tujuh situasi unik yang memperbolehkan kamu untuk meng-ghosting seseorang.

Kamu belum pernah bertemu secara langsung

Kemajuan teknologi kini memungkinkan kita bertemu dan dekat dengan seseorang hanya melalui smartphone.

Namun, jika kamu belum pernah bertemu secara langsung, kamu sebenarnya tidak wajib memberi tahu orang tersebut bahwa kamu merasa kurang tertarik, terlebih lagi jika orang tersebut menunjukkan perilaku yang aneh.

Biasanya, dalam pertemuan maya seperti ini, waktu serta usaha yang diinvestasikan masih sangat sedikit. Kamu tidak perlu repot-repot terlibat dalam percakapan yang tidak menarik atau bahkan aneh hanya karena kamu merasa tidak enak hati.

Kencan pertama yang kacau

Impresi kencan pertama yang buruk –bukan sekedar obrolan canggung atau kurangnya koneksi, tapi melibatkan perilaku agresif dan perilaku tidak menyenangkan– adalah alasan yang kuat untuk melakukan ghosting.

Kamu dan teman kencanmu mungkin perlu melakukan evaluasi diri tentang mengapa kencan pertama tersebut penuh ketidaknyamanan atau bahkan konflik.

Kemudian, kamu bisa mendiskusikannya secara perlahan, atau langsung melenggang pergi tanpa harus mengabari dia.

Orang tersebut kasar dan berperilaku tidak pantas

Seringkali, seseorang yang kita temui ternyata memiliki sifat yang jauh berbeda dari kesan awal yang kita terima. Mereka mungkin terlalu sering mengirim pesan atau menelpon, bercanda secara berlebihan, mengancam, menemui kita di tempat-tempat yang sering kita kunjungi dan sebagainya. Jika orang tersebut menampilkan tanda-tanda red flag, larilah. Kamu berhak pergi meninggalkan orang tersebut tanpa harus merasa bersalah.

Orang tersebut ketahuan berbohong

Orang yang kita temui secara maya memang lebih besar kemungkinannya untuk berbohong, umumnya mereka membuat persona palsu. Tapi bukan berarti orang yang kita temui secara langsung tidak bisa berbohong. Jika kamu mendapati orang yang kamu taksir atau minati berbohong, ghosting bisa jadi solusi yang tepat untuk kamu.

Kamu merasakan firasat aneh tentang orang itu

Terkadang kita merasa bahwa ada yang salah dari orang ini, mungkin dari caranya berbicara, caranya bercanda, caranya mengetik pesan, atau lainnya.

Jika kamu merasa ada yang aneh atau tidak beres dengan orang tersebut, mungkin ada baiknya kamu mundur pelan-pelan ketimbang harus berurusan dengan drama yang tidak diperlukan. Kamu mungkin bisa mengirimkan pesan singkat seperti, “aku ngerasa kurang cocok,” lalu move on dari orang tersebut.

Dia melewati batas toleransi kamu

Ghosting tidak selalu salah jika kamu melakukannya setelah dia melewati banyak batasan yang sudah kamu terapkan. Sebuah studi tahun 2024 dari YourTango mengungkapkan bahwa sikap apatis, perilaku menjijikkan, ketergantungan, dan obsesi adalah "red flags" utama yang dapat merusak hubungan.

Jika dia berani dan terus membuatmu merasa tidak nyaman dengan perilakunya, kamu berhak untuk melakukan ghosting.

Tidak ada perkembangan hubungan

Jika dia selalu menghindari pembahasan tentang jenis hubungan yang diinginkan atau tentang kepastian hubungan di masa yang akan datang, kamu berhak untuk pergi kapan saja.

Kamu mungkin bisa menunggu, tapi tentukan tenggat waktu yang pasti. Jika dia tetap tidak menghindar setiap kali kamu menyinggung tentang topik tersebut, mungkin sudah waktunya kamu move on.

Ada kalanya kamu tidak perlu merasa bersalah setelah meng-ghosting seseorang. Ghosting tidak selalu salah.

Kamu bisa mendiskusikan hal-hal kecil secara perlahan dengan dia terlebih dahulu. Tapi jika kamu atau dia tetap merasa tidak cocok, ghosting bisa jadi jawabannya. ***

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ghosting