RADAR BOGOR - Waspada penipuan di dunia maya sering terjadi dan dialami sejumlah orang. Agar tidak menjadi korban simak tips menghindari penipuan di media sosial berikut ini.
Sejumlah laporan kasus penipuan di media sosial marak terjadi. Banyak yang menjadi korban dengan kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Apa yang dialami mereka korban penipuan di media sosial mungkin bisa menjadi pelajaran bagi Anda agar lebih waspada.
Baca Juga: Waspada Hiperrealitas TikTok, Berikut Tips Menghadapi Dampak Buruknya
Salah satunya dialami Nova Octaviana yang menjadi korban penipuan di media sosial yang kisahnya diunggah di Youtube Nova Octaviana.
Semua dimulai ketika Nova Octaviana menerima telepon di hari kerja. Penelepon tahu nama Nova, alamat lengkang dan berkata bahwa Ia memenangkan hadiah gratis.
Saking sibuknya, Nova hanya menjawab “Oke”. Tiga hari kemudian, sebuah paket sampai di rumah.
Paket itu berisi barang KW murah, seperti headset jadul yang mungkin hanya seharga Rp10 ribuan.
Nova tidak pernah memesan barang ini, tetapi ternyata ini adalah cara mereka memancing perhatian.
Tips penting jika menerima barang yang tidak dipesan, langsung dokumentasikan dengan video unboxing.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Dicoba, Rasanya Enak Bikin Ketagihan
Jangan lupa posting di media sosial untuk menunjukan bahwa kalian tidak pernah memesan barang tersebut.
Kejadian selanjutnya yang dialami Nova Octaviana yaitu Grup WhatsApp dan iming-iming uang cepat.
Beberapa hari setelah Nova menerima paket, ia dihubungi lagi.
Mereka meminta Nova bergabung ke Grup WhatsApp. Di sana mereka menawarkan tugas-tugas sederhana dengan imbalan uang.
Tugas awal yakni foto barang dan beri ulasan, hasilnya Nova mendapat uang Rp25 ribu yang langsung masuk ke rekeningnya
Tugas lanjutan adalah ikuti akun toko online di Shopee atau Tokopedia, Bayarannya Rp10 ribu per tugas.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Dekat Stasiun Bogor yang Wajib Dicoba, Rasanya Enak Bikin Ketagihan
Dalam sehari, Nova mengumpulkan Rp85 ribu. Awalnya ia berpikir “mungkin ini hanya jasa review biasa”.
Namun ternyata, ini hanya strategi untuk membuat korban merasa percaya diri. Bahayanya terlihat pada hari kedua, mereka mulai meminta sesuatu yang mencurigakan. Klik tautan untuk mengunduh aplikasi yang tidak tersedia di Play Store atau App Store.
Tautan ini kemungkinan besar digunakan untuk mencuri data pribadi kita, seperti informasi perbankan atau akun investasi.
Tips menghindari penipuan di media sosial berikutnya yakni jangan pernah klik tautan yang tidak resmi.
Sekali saja data kalian bocor, semua informasi penting di ponsel, termasuk akun bank, bisa diakses pihak tak bertanggung jawab.
Skema penipuan lebih lanjut Investasi Bodong, setelah membuat kalian percaya.
Mereka akan menawarkan tugas berbayar, misalnya transfer Rp1 juta, dapat Rp3 juta atau transfer Rp3 juta, dapat Rp10 juta. Nyatanya, uang kalian akan hilang begitu saja.
Pada titik ini, mereka mungkin mulai mengancam kalian jika ingin berhenti, seperti mengatakan kalian akan dipenjara atau mereka tahu alamat kalian.
Kemungkinan mereka hanya menakut-nakuti, tidak ada yang akan datang ke rumah kalian.
Tips selanjutnya jangan pernah transfer uang, penipuan ini dirancang untuk membawa kabur uang kalian.
Kenapa mereka bisa tahu data kalian, karena modus ini juga menunjukan bahwa ada kebocoran data pribadi.
Bisa jadi, data diperoleh dari e-commerce, paket pengiriman, atau sumber lain.
Oleh karena itu tipsnya, gunting atau hancurkan label alamat di paket sebelum dibuang dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada orang asing, baik di telepon maupun media sosial
Pesan untuk orang tua dan orang terdekat, penipuan seperti ini sering kali menyasar orang tua atau orang yang kurang memahami teknologi. Mereka mudah tergiur dengan tawaran hadiah atau uang cepat.
Jangan sampai kalian atau orang terdekat menjadi korban. Waspada, jaga data pribadi dan jangan mudah percaya tawaran yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim