Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kunker ke Jombang, Menteri LH Hanif Faisol Berikan Izin Koperasi BLK Membakar Limbah Slag Alumunium

Yosep Awaludin • Rabu, 20 November 2024 | 15:02 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol saat kunker ke Kabupaten Jombang, pada Selasa (19/11/2024).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol saat kunker ke Kabupaten Jombang, pada Selasa (19/11/2024).

RADAR BOGOR - Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jombang, pada Selasa (19/11/2024).

Di Pendopo Kabupaten Jombang, Hanif Faisol memulai kunkernya dengan bertemu dengan Teguh Marutomo, Penjabat (Pj) Bupati Jombang. Untuk melihat potensi bisnis mikro lokal, ia juga mengunjungi sentra tahu di Kecamatan Jogoroto.

Koperasi Berkah Logam Kendalasari (BLK) yang berlokasi di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, menerima Surat Layak Operasional (SLO) sebagai tujuan ketiga dari kunjungan Menteri LH/BPLH Hanif Faisol di Kabupaten Jombang.

Dokumen ini berfungsi sebagai penanda resmi operasi Koperasi dalam peleburan limbah slag aluminium.

Selain SLO, Hanif Faisol juga memberi bantuan dengan mixer, yang dapat mengubah abu dari peleburan slag aluminium menjadi batako.

Dalam pidatonya, Hanif Faisol menyatakan bahwa ini adalah upaya pemerintah untuk mendorong ekonomi sirkular dengan mengubah limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Hanif Faisol menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bukti dukungan pemerintah untuk memastikan limbah B3 dikelola dengan aman dan menjadi sumber pendapatan melalui produk inovatif.

Menurut Hanif, peleburan limbah slag aluminium hanya boleh dilakukan oleh tiga koperasi yang memiliki izin.

Ia juga menekankan betapa pentingnya rantai pasokan bahan baku dari perusahaan penghasil limbah langsung ke koperasi tanpa perantara untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur.

"Koperasi harus memastikan tidak ada pencemaran lingkungan dengan mengelola limbah slag aluminium sesuai ketentuan, mengingat biaya pemulihan lahan yang terkontaminasi limbah B3 sangat besar dan membahayakan kesehatan," tutur Hanif Faisol.

Hanif juga menyatakan bahwa Pemerintah sedang melaksanakan Program Prioritas Nasional, yang mencakup pemulihan lahan yang terkontaminasi limbah B3 di Kabupaten Jombang.

Dengan tindakan ini, diharapkan pencemaran lingkungan akibat limbah B3 akan berkurang di Kabupaten Jombang dan daerah lain.

"Kami akan terus mendukung upaya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular," katanya.

Menurut Haruki Agustina, Direktur Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 dan Non B3 Kementerian LH/BPLH, saat ini ada 14 lokasi lahan yang akan dipulihkan sebagai akibat dari kontaminasi limbah B3 di Kabupaten Jombang.

Empat lokasi telah selesai dipulihkan, dan 10 lokasi lainnya menunggu hasil penelitian untuk dipulihkan.

Haruki menyatakan bahwa ada 104 lokasi di Jombang yang terkontaminasi limbah B3 yang perlu dipulihkan. Pemerintah Kabupaten Jombang telah melakukan pemulihan di 10 lokasi.

"Dan KLH/BPLH telah menyelesaikan pemulihan di 4 lokasi lainnya melalui Direktorat Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 dan Non B3. Lokasi yang tersisa masih menunggu hasil kajian," ungkapnya.

Sekitar 16,5 hektar lahan telah terkontaminasi dengan 120 ribu ton limbah B3. "Ada 4 kecamatan di Jombang yang terkontaminasi limbah B3, yaitu Sumobito, Kesamben, Peterongan, dan Jogoroto," tutupnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#jombang #Hanif Faisol #Menteri LH