RADAR BOGOR - Yoso Farm yang berada di kawasan RT 02 RW 02, Bero, Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terus berkembang.
Ya, Yoso Farm ternyata dikembangkan oleh pasangan suami istri Sri Widodo dan Nurul Fitri Hidayati.
Nah, ada apa saja di kebunnya Yoso Farm? Sri Widodo bersama istri, berusaha memanfaatkan apa saja yang ada di kebun untuk menunjang kehidupan mulai dari makanan, pakan kemudian pupuk.
Sri Widodo bersama istrinya selaku founder Yoso Farm berusaha untuk mandiri di rumah dengan menyediakan hasil pertanian.
Sebenarnya, misi keduanya mendirikan Yoso Farm itu untuk mengajak sebanyak mungkin orang untuk peduli lingkungan.
"Yoso Farm kami dirikan tahun 2017, sebenarnya perencanaannya sebelum itu sebelum saya menikah dengan suami, jadi kami eksekusi setelah menikah," jelas Yoso Farm.
Kenapa keduanya memilih hidup dalam bidang pertanian? Nurul mengungkapkan pernah ikut bekerja dengan orang dan meskipun dapat gaji tapi di hati kurang pas jadi dirinya dan suami memutuskan hidup dalam dunia pertanian.
Yoso Farm memanfaatkan sumber daya yang ada di pekarangan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.
Dirinya komitmen harus produktif di rumah, jadi dituntut untuk tidak malas dan harus sering melakukan sesuatu.
"Jadi menanam sendiri, merawat, bikin Pupuk kemudian bagaimana kami budayakan minim sampah dan sebagainya," jelasnya.
Yang ada di pekarangan, semua dimulai berdasarkan kebutuhan, misal butuh sayur tiap hari sehingga menanam sayur.
Setelah sayur sudah, kemudian ke kebutuhan yang lain seperti protein, makanya pelihara ayam termasuk komitmen untuk pakannya supaya tidak beli produksi pabrikan.
Awalnya, untuk pengadaan pakan ayam, Widodo mengandalkan limbah rumah tangga hingga sampah organik dari warung tetangga.
Selain itu, budidaya magot hingga ikan Lele. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim