Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KPK OTT Gubernur Maluku, Viral Video Rohidin Mersyah Pakai Baju Polantas Lengkap dengan Topi

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 25 November 2024 | 05:37 WIB
PAKAI BAJU POLANTAS : KPK OTT Gubernur Maluku, Rohidin Mersyah.
PAKAI BAJU POLANTAS : KPK OTT Gubernur Maluku, Rohidin Mersyah.

RADAR BOGOR – Proses pemilihan kepala daerah (pilkada) tak menghalangi KPK untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Sabtu (23/11) malam KPK mengamankan delapan orang dalam OTT yang berlangsung di Bengkulu.

Seorang di antaranya adalah Rohidin Mersyah, gubernur Bengkulu yang maju lagi dalam pemilihan gubernur (pilgub).

Rohidin Mersyah tiba di Gedung Merah Putih KPK Minggu (24/11) pukul 14.32 WIB.

Tanpa diborgol, Rohidin langsung naik ke lantai 2, ruang penyidikan KPK.

Selain Rohidin Mersyah, turut diamankan tujuh orang lain.

Yakni, Sekda Bengkulu Isnan Fajri, Karokesra Pemprov Bengkulu Ferry Ernez Parera, Kadis Kelautan dan Perikanan Syafriandi, Kadis Pendidikan Saidirman, Kadis PUPR Tejo Suroso, Kadisnaker Syarif, serta ajudan gubernur E alias Anca.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata belum menjelaskan secara detail kasus yang menjerat Rohidin dkk itu.

Dia hanya menyebut OTT itu terkait dengan pungutan ke pegawai.

”Untuk pendanaan pilkada sepertinya. Lebih jelasnya nanti dipaparkan,” katanya.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto menyatakan, selain mengamankan delapan orang, tim penyidik menyita dokumen, alat bukti elektronik, dan sejumlah uang.

”Besaran uangnya masih dihitung,” ujarnya.

Kemarin pagi viral video rekaman saat Rohidin digelandang menuju Bandara Fatmawati, Bengkulu.

Dia tampak mengenakan baju polantas lengkap dengan topi.

Penyamaran itu diduga dilakukan untuk mengelabui pendukung Rohidin yang tak ingin dia dibawa ke Jakarta.

Sementara itu, enam kuasa hukum Rohidin berdebat dengan petugas keamanan KPK lantaran tak boleh masuk ke lobi.

Mereka berencana melaporkan KPK ke dewan pengawas (dewas), Menko Polkam, dan Komisi III DPR.

Dilansir dari Bengkulu Ekspress, pemeriksaan Rohidin Mersyah berlangsung sejak Sabtu malam di Mapolresta Bengkulu.

Paginya puluhan pendukung Rohidin Mersyah berkumpul di depan gerbang Mapolresta Bengkulu untuk menyuarakan protes.

Dalam orasinya, massa mengecam KPK yang mereka nilai telah bertindak arogan terhadap calon gubernur nomor urut 2 itu.

Sementara itu, OTT yang dilakukan KPK di Bengkulu memunculkan kontroversi. Di satu sisi, OTT tersebut juga dilakukan menjelang coblosan.

Di sisi lain, OTT itu menunjukkan bahwa KPK sejatinya masih mampu melakukan penindakan.

Baca Juga: Upaya IDI Kabupaten Bogor Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Diapresiasi Pengusaha Otomotif

Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito pun menyebut OTT tersebut perlu dikawal agar tidak ”masuk angin” atau digunakan sebagai alat politik.

Berkaca pada OTT di Kalimantan Selatan, lanjut Lakso, KPK sempat dipraperadilankan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Status tersangka itu pun dibatalkan lewat praperadilan.

”Jadi, OTT ini jangan hanya heboh di depan, tapi juga harus tuntas penanganannya,” kata Lakso kepada Jawa Pos. (elo/tyo/tri/c19/oni)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Gubernur Maluku #ott #kpk #viral #rohidin mersyah #pilkada