Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Profil Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG yang Minta Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem pada Libur Natal dan Tahun Baru 2025

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 25 November 2024 | 09:16 WIB
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

RADAR BOGOR - Dwikorita Karnawati merupakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sempat meminta masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 atau Nataru. Dan berikut profil Dwikorita Karnawati yang memiliki peran penting di BMKG.  

Dwikorita menyebut kondisi cuaca eksterm periode Nataru dipicu beberapa faktor. Seperti fenomena La Nina yang berdampak pada potensi penambahan curah hujan hingga 20-40 persen. Fenomena La Nina diprediksi berlangsung sejak akhir tahun 2024 sampai April 2025.

Profesor Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana itu juga memaparkan dinamika atmosfer lain yang diprediksi terjadi pada periode Nataru serta aktif bersamaan seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Cold Surge yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia yang juga berpotensi menambah intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.

"Kami mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, khususnya pada periode Nataru 2024/2025," ujar Dwikorita dalam siaran pers BMKG.

Ia juga menyampaikan imbauan kepada perusahaan pelayaran, angkutan penyeberangan, dan nelayan mengingat fenomena cold surge dapat memicu gelombang tinggi di laut.

Fenoneman ini dianggap membahayakan keselamatan saat aktivitas pelayaran atau penyeberangan serta penangkapan ikan.

Profil Dwikorita Karnawati

Dilansir dari BMKG, Dwikorita Karnawati kerap disapa Rita. Ia lahir di Yogyakarta tanggal Juni 1964 atau kini berusia 60 tahun. 

Rita menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada pada 1988.

Ia lalu meneruskan pendidikannya di Leeds University, Inggris hingga meraih gelar Master of Engineering Geology pada 1992.

Selanjutnya, Dwikorita meraih gelar Ph.D of Earth Sciences dari Leeds University, Inggris tahun 1996.

Sebelum menjadi Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati adalah Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Ia menduduki posisi itu sejak 2014 sampai 2017 dan berpengalaman dengan latar belakang akademik sebagai Profesor Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana di UGM.

Ia juga sering mempromosikan dan mengembangkan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Nasional (MHEWS).

Selain itu Dwikorita juga melanjutkan penelitian tentang Prediksi Bencana Hidrometeorologis dalam Program Post Doctoral di Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang 1997.

Sederet penghargaan telah diterima Dwikorita Karnawati. Di antaranya pada 2003 Penghargaan Profesor Leverhulme untuk lebih mengembangkan penelitiannya dalam Sistem Peringatan Dini Longsor Berbasis Masyarakat, di The Institute for Advanced Studies, Bristol University, Inggris.

Kemudian pada 2011, penelitiannya dalam Sistem Peringatan Dini Longsor Berbasis Partisipasi Masyarakat dipilih sebagai salah satu penelitian terbaik kategori Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor oleh International Consortium on Landslides (ICL).

Ia juga pernah meraih Program Penelitian Senior Fulbright untuk mengembangkan Integrasi Sensor Teknis dengan sensor Manusia untuk Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor di The Visualization Center-Homeland Security Post Graduate Program, di San Diego State University, California, AS pada 2011- 2012.

Seiring perjalanan kariernya di dunia akademisi, sejak 2015, Dwikorita ditunjuk sebagai Wakil Presiden International Consortium on Landslides (ICL).

Lalu pada 2019 Dwikorita terpilih sebagai Ketua the Intergovernmental Coordination Group of Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System (ICG / IOTWMS).

Tak hanya itu, ia juga secara konsisten bekerja pada pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia dan Program Pendidikan untuk Mitigasi Bencana sejak 1997.

Sejak 2004 dan 2014, Dwikorita menjabat sebagai koordinator untuk the ASEAN University Network – South East Asia Engineering Education Development Program (AUN Seed Net) di bidang Mitigasi Bencana (yang meliputi bencana hidrometeorologis).

Sejak November 2017 ia menduduki jabatan sebagai Kepala BMKG.

 

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#profil #cuaca ekstrem #dwikorita karnawati #kepala bmkg