RADAR BOGOR - Salah satu fase yang paling sulit untuk dilakukan setelah putus adalah move on dari mantan kekasih.
Tapi apa jadinya jika mantan yang sedang kita coba untuk lupakan justru datang kembali dengan sapaannya yang masih semanis dulu?
Meski memang seringkali terjadi, tapi hal ini tentunya akan memunculkan spekulasi di dalam kepalamu, apakah cinta lama akan bersemi kembali, atau dia hanya merasa kesepian?
Menurut psikolog, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusannya, mulai dari emosional, psikologis, hingga situasional.
Malansir YourTango, berikut Radar Bogor ulas beberapa alasan kenapa mantan ngajak balikan di saat kamu pikir semuanya telah baik-baik saja.
1. Masih ada sedikit harapan dalam diri kamu
Sebelum menemukan “yang tepat,” kerap kali kamu bertanya-tanya “bagaimana kalau dia yang terbaik?” tentang mantanmu.
Entah dengan kondisi apa kamu putus dengan mantan, tidak dapat dipungkiri bahwa masa-masa move terkadang membuat kamu memikirkan mantan lagi.
Hal ini lah yang sering kali membuat beberapa orang mau menerima mantan yang kembali dan mencoba untuk memulai dari awal.
Tapi, jika kamu tahu bahwa hubungan lamamu dengan mantan tidak baik-baik saja, kamu harus tetap berpegang teguh untuk tidak membiarkannya kembali.
2. Karena kamu masih merespon pesan dan panggilannya
Ada beberapa alasan kenapa mantan masih sering menghubungi kamu; karena masih peduli, atau kamu adalah tempat pelariannya.
Penelitian Kayleigh Jordan Mahoney dari DePaul University menjelaskan bahwa komunikasi dengan mantan akan tetap berlanjut selama ada kebutuhan yang terpenuhi.
Kebutuhan ini seringkali bukan didasari karena cinta atau rasa peduli, melainkan kekosongan emosional dan/atau fisik dari dia atau dari kamu.
Akibatnya, kamu terus menjawab setiap kali dia menghubungi kamu. Hal ini justru akan mempersulit proses move on dan menimbulkan potensi manipulasi.
3. Rasa ragu untuk balikan
Dalam beberapa kasus, dia bisa saja merasa bahwa hubungan ini masih bisa diperjuangkan.
Masalahnya, dia tidak ingin menghadapi rasa canggung, masalah-masalah yang akan datang, atau masa lalu, untuk bisa balikan.
Hal ini sejalan dengan penemuan dalam Interpersonal Journal yang menunjukkan bahwa dia ingin memperbaiki diri sebelum memperbaiki hubungan.
Situasi ini tentunya membuat hubungan menjadi tidak stabil dan penuh kebingungan, yang bisa saja menjadi alasan kenapa kamu putus dengannya.
Cobalah untuk mengevaluasi situasi tersebut, dan berkomitmen pada keputusan yang akan kamu ambil, balikan, atau tetap lanjut move on.
4. Dia sedang memanfaatkan emosi kamu
Dalam kasus ini, hubunganmu dengan mantan sudah menjadi toxic karena dia bisa jadi sedang memanfaatkan kondisi emosimu yang sedang tinggi dan kurang stabil.
Penelitian dari Frontiers in Psychology, mengungkapkan bahwa hubungan yang naik turun ini bisa bersifat adiktif.
Itu mengapa kamu perlu pergi dari hubungan ini, karena membangun hubungan baru yang berkualitas akan lebih mudah ketimbang memperbaiki hubungan lama.
Jika hubunganmu dengan mantan sudah kandas, masa yakinkan diri sendiri untuk menyudahi hubungan tersebut dengan tuntas.
Tegaslah pada mantanmu dan akhiri semuanya sebelum kamu terjerembab dalam perputaran emosi yang sama terus menerus.***
Editor : Halimatu Sadiah