Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

11 Ramalan Gus Dur yang Jadi Kenyataan: Bukti Kearifan dan Keunikan Sang Bapak Pluralisme

Fadil Ma'ruf • Kamis, 28 November 2024 | 07:22 WIB
Profil Gus Dur Presiden Indonesia keempat.
Profil Gus Dur Presiden Indonesia keempat.

RADAR BOGOR - Siapa yang tak kenal Gus Dur? Presiden keempat Indonesia ini dikenal humoris, bersahaja, dan toleran.

Sosok Kiai Haji Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, tak hanya dikenang sebagai Bapak Pluralisme tetapi juga seorang yang ramalannya sering menjadi kenyataan.

Mulai dari prediksi politik hingga skor pertandingan sepak bola, Gus Dur seolah memiliki kemampuan membaca masa depan.

Berikut adalah 10 perkataan Gus Dur yang terbukti menjadi kenyataan yang dikutip dari Youtube Republika Mahasiswa.

1. Jokowi Jadi Presiden

Pada 8 Agustus 2006, saat bertemu Jokowi yang baru enam bulan menjabat sebagai Wali Kota Solo, Gus Dur berkata, "Kalau jadi wali kota yang bagus, kelak bisa jadi presiden."

Siapa sangka, delapan tahun kemudian, Jokowi terpilih sebagai Presiden Indonesia pada 2014 dan bahkan menjabat dua periode.

2. Soeharto Lengser

Setahun sebelum lengsernya Soeharto pada 1998, Gus Dur pernah berkata dalam bahasa Jawa, "Wis ra usah grebuk, kui Pak Harto segera maneh jatuh," yang berarti, "Sudah, tak usah dibicarakan, sebentar lagi Pak Harto akan jatuh."

Meski saat itu kekuasaan Soeharto terasa tak tergoyahkan, ramalan Gus Dur terbukti benar.

3. DPR Seperti Taman Kanak-kanak

Baca Juga: Dani Ramdan, BN Holik Qodratullah atau Ade Kuswara Kunang yang Unggul di Pilbup Bekasi? Biar Valid, Yuk Cek Update Quick Count Versi KPU

Saat menghadapi pertanggungjawaban di depan DPR, Gus Dur pernah menyindir, "DPR itu seperti taman kanak-kanak."

Tak sedikit yang tersindir, tetapi banyak pula yang setuju.

Melihat berbagai dinamika di DPR hingga kini, ucapan Gus Dur terasa relevan.

4. Jadi Presiden 1999

Sebelum menjadi Presiden Indonesia pada 1999, Gus Dur sempat berkata kepada Luhut Binsar Pandjaitan, "Kamu tak perlu jadi duta besar. Sebentar lagi, saya akan jadi presiden."

Ucapan ini awalnya dianggap bercanda, tetapi terbukti benar.

5. Lengser dari Kursi Presiden

Saat ditanya mengenai pihak yang berperan dalam pelengserannya, Gus Dur menyebut nama Megawati dan Amien Rais.

Bertahun-tahun kemudian, buku Menjerat Gus Dur karya Veronika Rizki Utama mengungkap peran keduanya, membuktikan ucapan Gus Dur.

6. Ajudannya Jadi Kapolri

Gus Dur pernah berkata kepada ajudannya, Sutarman, "Pak Tarman akan jadi Kapolda Metro, lalu Kapolri."

Pada 23 Oktober 2013, Sutarman dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden SBY, membuktikan ramalan Gus Dur.

7. Said Aqil Jadi Ketua PBNU

Kepada KH Said Aqil, Gus Dur pernah berkata, "Sampeyan akan jadi Ketua PBNU di atas usia 55 tahun."

Pada Muktamar NU ke-32 di Makassar, KH Said Aqil terpilih sebagai Ketua PBNU di usia 56 tahun.

8. Ahok Jadi Gubernur

Saat Ahok kalah dalam Pilkada Bangka Belitung, Gus Dur berkata, "Siapa bilang orang Cina tak bisa jadi gubernur? Jadi presiden saja bisa."

Ahok akhirnya menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah Jokowi terpilih sebagai presiden.

9. Skor Piala Dunia 1998

Gus Dur dikenal menyukai sepak bola. Ia pernah memprediksi skor pertandingan Brazil vs Skotlandia di Piala Dunia 1998, mengatakan hasilnya akan 2-1 untuk Brasil. Ramalan ini terbukti tepat.

10. Memprediksi Kematian Sendiri

Baca Juga: Sosok Hana Rawhiti, Anggota Parlemen Selandia Baru dari Suku Maori yang Viral usai Menari Haka

Beberapa hari sebelum wafat, Gus Dur berkata kepada Prof. Suhardi, "Besok Kamis saya akan pulang ke Tebuireng, diantar banyak orang. Ayah saya sudah menunggu di sana."

Kamis itu, Gus Dur wafat dan dimakamkan di Tebuireng, diiringi ribuan pelayat dari berbagai golongan.

11. Ramalan Prabowo Jadi Presiden.

Gus Dur pernah menyebut Prabowo sebagai "orang yang paling ikhlas untuk rakyat Indonesia."

Sekarang perkataan itu terbukti pada pemilu 2024 kini Prabowo menjadi presiden rakyat Indonesia.

Ramalan-ramalan Gus Dur sering dianggap bercanda, tetapi terbukti menjadi kenyataan.

Hal ini membuat sosoknya semakin dihormati sebagai pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh kejutan.

Semoga warisan kearifan dan toleransi Gus Dur terus hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***

Editor : Halimatu Sadiah
#gus dur #Mengenal soso gus dur #abdurrahman wahid #Presiden Keempat RI