RADAR BOGOR - Seorang konten kreator bernama Nurjanah viral di media sosial karena membangun jalan di kampungnya tanpa dana dari pemerintah.
Meski mengidap kanker stadium 3 tak menghentikan Nurjanah, warga Desa Sokowaten, Banyuurip, Purworejo Jawa Tengah untuk membangun jalan kampung sepanjang 100 meter dengan dana pribadi. Dana itu sebagian besar dikumpulkan melalui live streaming di TikTok.
Konten kreator tersebut berhasil membuktikan keterbatasan bukanlah halangan untuk memberi manfaat bagi sesama.
Dengan tekad kuat, ia membangun jalan kampung sepanjang 100 meter di desanya, meski tanpa bantuan dana pemerintah.
Nurjanah memulai pembangunan jalan ini sebagai respons atas kondisi akses jalan di desanya yang sering tergenang air saat musim hujan.
"Saya sering jatuh, makanya saya perbaiki agar lebih nyaman dilewati," ungkap Nurjanah.
Tak seperti proyek infrastruktur pada umumnya, jalan ini dibiayai sepenuhnya dari kantong pribadinya.
Proses pembangunan dilakukan bertahap, menyesuaikan dengan kondisi keuangannya.
Nurjanah memanfaatkan platform TikTok untuk berbagi cerita perjuangannya.
Lewat akun @nurjannahchannel4, ia mengunggah video pembangunan jalan yang menarik perhatian publik.
Video tersebut ditonton hingga 1,7 juta kali, dan banyak warganet yang memberikan dukungan, termasuk melalui donasi saat live streaming.
Hasilnya, Nurjanah berhasil mengumpulkan dana puluhan juta rupiah yang digunakan untuk membeli semen, pasir, dan kebutuhan lain.
Meski menghadapi berbagai cobaan, termasuk cibiran dari beberapa pihak, Nurjanah tetap fokus pada tujuannya.
Ia membuktikan bahwa tindakan nyata lebih berharga daripada kata-kata. Kini, jalan yang ia bangun menjadi akses vital bagi warga desanya, terutama saat musim hujan tiba.
Perjuangan Nurjanah tidak hanya mengatasi masalah infrastruktur, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang keberanian, ketekunan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
"Saya tidak pamer, tapi ini adalah hasil usaha saya untuk rumah dan kampung saya," kata Nurjanah dalam salah satu videonya.
Kisah ini menjadi bukti bahwa semangat membangun tidak selalu harus dimulai dari pemerintah.
Dari desa kecil di Purworejo, Nurjanah menunjukkan bahwa setiap orang bisa menjadi agen perubahan, tak peduli seberapa besar rintangan yang dihadapi.
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim