Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Sosok Gus Miftah yang Viral usai Mengolok-olok Pedagang Es saat Mengisi Tausiyah: Begini Profil Singkat dan Perjalanan Kariernya

Halimatu Sadiah • Rabu, 4 Desember 2024 | 09:24 WIB
Profil singkat dan perjalanan karir Gus Miftah.
Profil singkat dan perjalanan karir Gus Miftah.

RADAR BOGOR - Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah belakangan ini tengah ramai jadi sorotan.

Pasalnya, Gus Miftah diduga mengolok-olok pedagang minuman saat dirinya sedang bertausiyah di salah satu desa.

Hal tersebut membuat beberapa masyarakat geram atas tindakan Gus Miftah.

Meski begitu, dari pihak Gus Miftah sendiri sudah menyatakan permintaan maaf, ucapannya saat itu merupakan sebuah guyon (becandaan) untuk meramaikan suasana tausiyah.

Profil dan Perjalanan Karir Gus Miftah

Diketahui, Gus Miftah ini merupakan seorang mubalig dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Seleman, yang lahir pada 5 Agustus 1981 di Adiluhur, Jabung, Lampung Timur.

Gus Miftah menikah dengan Ning Astuti pada 2004 dan dikaruniai dua orang anak.

Ia juga baru-baru ini menjabat sebagai Utusan Khusus Kepresidenan Bidang Kerukuknan Beragama dan Pembina Sarana Keagamaan di kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dari informasi yang dihimpun, Gus Miftah ini merupakan keturunan ke-9 Kiai Muhammad Ageng Besari pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

Selain itu, Gus Miftah sempat berkuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, namun tidak sampai lulus.

Ia mendapat gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Islam Sultan Agung Semarang pada 2023, pada saat itu Gus Miftah mengenyam Pendidikan di program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam.

Nama Gus Miftah mulai terkenal berawal saat dirinya memberikan pengajian di salah satu klub malam di Bali, yang kemudian videonya tersebar dan menjadi viral.

Dakwah Gus Miftah ini menyasar ke kaum Marjinal, awalnya saat ia sering memberikan kajian agama rutin di musala sekitar Psar Kembang Yogyakarta, pada saat itu banyak pekerja dunia malam mengikuti kajiannya.

Ia mengungkapkan ide awal menargetkan para pekerja malam sebagai sasaran dakwahnya adalah karena para pekerja malam sulit mendapat akses ilmu keagamaan, dan saat mereka pergi mengaji di luar, justru jadi bahan gunjingan.

Sedangkan ditempat kerja mereka justru tidak ada kajian agama yang bisa didapatkan.

Ide Gus Miftah menargetkan kaum marjinal ini kemudian mendapat dukungan dari Luthfi bin Yahya asal Pekalongan.

Kemudian akhirnya Gus Miftah rutin mengisi kajian di kelab malam dan juga salon plus-plus pada saat itu.***

Editor : Halimatu Sadiah
#Profil Gus Miftah #Gus Miftah dan Penjual Es teh #gus miftah #Miftah Maulana Habiburrahman