Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gus Miftah Minta Maaf Usai Viral dan Akui Ditegur Seskab Mayor Teddy, Akan Temui Langsung Penjual Es Teh

Muflihul Fata • Rabu, 4 Desember 2024 | 09:55 WIB
Gus Miftah saat menyampaikan ceramah yang kemudian viral karena ucapannya terhadap penjual es teh.
Gus Miftah saat menyampaikan ceramah yang kemudian viral karena ucapannya terhadap penjual es teh.

RADAR BOGOR - Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah meminta maaf usai viral karena disebut mengolok-olok penjual es teh. Ia mengungkapkan apa yang dilakukan sebuah candaan.

Dalam video yang beredar, berikut penyataannya: "Saya Miftah Maulana Habiburrahman, menanggapi yang viral hari ini. Pertama, dengan kerendahan hati saya meminta maaf atas kekhilafan saya. Saya memang sering bercanda dengan siapapun," ungkap Gus Miftah.

Ia melanjutkan karena candaan kepada pedagang minuman tersebut maka akan meminta maaf secara langsung dan berharap dibukakan pintu maafnya.

"Saya juga minta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan ini, yang merasa terganggu atas candaan saya, yang dinilai oleh masyarakat berlebihan. Untuk itu, saya juga minta maaf," sambungnya.

Dalam pernyataannya, Gus Miftah mengatakan kalau hal ini merupakan introspeksi baginya untuk lebih berhati-hati berbicara di depan publik dan masyarakat.

"Saya juga sudah ditegur oleh Bapak Seskab dari Kupang, untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat dan pidato di depan masyarakat umum," sambung Gus Miftah.

Sebelumnya, Gus Miftah menjadi perbincangan publik setelah video ceramahnya yang menyebut penjual es teh dengan kata-kata kasar viral di media sosial.

Dalam video tersebut, tampak seorang pedagang es teh dan air mineral berdiri di antara jemaah pengajian.

Gus Miftah kemudian mengarahkan pertanyaan kepada pria tersebut.

"Es tehmu sih akeh ora? Masih? Yo kono didol, goblok" (Es tehmu masih banyak tidak? Ya sana jual, goblok) ujar Gus Miftah, disambut sorakan dan tawa dari jemaah.

Ia melanjutkan, "Dolen disek, engko lak rung payu yo wes, takdir" (Jual dulu, nanti kalau belum laku ya sudah, takdir).

Pernyataan ini memicu kemarahan warganet, yang menilai ucapannya tidak pantas, terutama karena disampaikan di forum keagamaan.

Banyak yang mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap profesi penjual es teh, yang dianggap sebagai pekerjaan halal dan mulia.

Dalam klarifikasinya, Gus Miftah menyatakan bahwa ucapannya tidak bertujuan menghina.

Ia menjelaskan konteks ceramahnya sebagai guyonan yang salah dimengerti.

Video yang tersebar luas ini menunjukkan raut wajah kecewa dari penjual es teh yang menjadi sasaran ucapannya. Beberapa warganet menyayangkan tindakannya.

Salah seorang warganet menyampaikan, "Humor itu baik, tapi harus ada batasnya. Semua profesi itu mulia, dan tidak layak direndahkan."

 

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#seskab #Penjual Es Teh #mayor teddy #minta #viral #gus miftah