RADAR BOGOR – Di usia muda, kebiasaan begadang mungkin terasa biasa saja dan jadi hal yang lumrah dilakukan.
Tapi tahukah kamu kalau kebiasaan begadang ini bisa memberikan dampak yang serius bagi kesehatan tubuh beberapa tahun mendatang.
Dalam beberapa video interview, dr. Tirta PengPengPeng bahkan sering menekankan followersnya untuk menggunakan jatah Voucher Begadang secara bijak.
Berikut Radar Bogor ulas beberapa dampak buruk dari kebiasaan begadang yang dijabarkan oleh dr, Tirta dan dr. Anton Budi Asih.
1. Hormon stress meningkat
Menurut dr. Anton Budi Asih, kurang tidur bisa meningkatkan produksi hormon seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin yang menyebabkan stres.
Peningkatan hormon stres ini, terutama kortisol, bisa mengakibatkan peradangan pada jaringan atau sel tubuh.
Adrenalin dan norepinefrin bisa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah yang bisa menyebabkan masalah kardiovaskular, yang berujung pada risiko serangan jantung.
2. Sel tubuh tidak sempat regenerasi
Dokter Tirta mengatakan bahwa tubuh tidak akan sempat istirahat dan melakukan regenerasi sel atau jaringan jika kita tidak tidur.
Tidur di malam hari adalah waktu alami tubuh untuk mengganti sel darah, sel kulit, jaringan otot, sel otak, dan jaringan organ dalam yang rusak.
Jika sel-sel ini tidak dibiarkan untuk regenerasi, tubuh akan menumpuk sel rusak yang bisa berakibat pada kelelahan.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berakibat pada penyakit-penyakit dalam seperti serangan jantung, gagal ginjal, stroke, masalah hati, dan lainnya.
3. Meningkatkan risiko kanker
Kebiasaan begadang bisa menyebabkan penurunan kadar melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur dan memiliki sifat antioksidan yang melindungi sel-sel dari kerusakan.
Dokter Tirta mengatakan jika hormon ini tidak seimbang dan terjadi penumpukan sel yang rusak, sel bisa tumbuh secara tidak normal.
Sel tidak normal inilah yang berisiko menjadi kanker di beberapa tahun kemudian.
4. Meningkatkan risiko penyakit dalam
Baca Juga: Cara Membuat Masker Kopi DIY untuk Kulit Sehat dan Cerah: Ini Resep Sederhana yang Wajib Kamu Coba
Saat kita terbiasa begadang, organ-organ dalam tidak akan memiliki waktu untuk beristirahat dan regenerasi.
Jika otak tidak sempat istirahat, sel otak tidak akan regenerasi yang bisa menyebabkan kematian jaringan dan stroke.
Dokter tirta juga mengatakan bahwa tidur adalah waktu yang tepat bagi energi untuk melakukan recovery pada jaringan organ dalam yang rusak.
Saat kita tidak tidur, energi yang terpakai akan fokus pada kesadaran kita dan tidak tersisa untuk menjaga tubuh kita dari kerusakan sel dan jaringan.
Tidur Malam Tidak Bisa Diganti dengan Tidur Siang
Menurut dr. Tirta, tidur malam tidak bisa diganti dengan tidur pagi atau tidur siang, karena fungsi keduanya berbeda.
Tidur siang, atau power nap, direkomendasikan untuk dilakukan selama 15 menit untuk mengistirahatkan otak karena kelelahan.
Jika kita mencoba untuk tidur pagi atau siang lebih lama untuk mengganti tidur malam, kita justru akan bangun dengan lesu karena tidur yang tidak berkualitas.
Dokter Tirta mengatakan bahwa adanya cahaya di tempat kita tidur, bisa dari lampu, matahari, atau gadget, bisa mempengaruhi kualitas tidur.
Produksi hormon melatonin yang mengatur jam sirkadian atau jam biologi tidur ini biasanya akan terganggu dengan penggunaan gadget di malam hari.
Padahal hormon ini bersifat antioksidan yang bisa membantu menjaga sel-sel dan jaringan tubuh dari kerusakan.
Kebiasaan begadang di masa muda mungkin tidak terlalu berdampak, tapi kebiasaan ini memiliki dampak yang fatal di masa yang akan datang.
Tapi kalau kamu memang memiliki masalah tidur dan tidak bisa tidur di malam hari, dr. Tirta menyarankan untuk periksa ke dokter saraf spesialis tidur.
Dokter gaul ini juga menyarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter jika ingin menggunakan obat tidur untuk tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.***
Editor : Halimatu Sadiah