RADAR BOGOR - Beberapa tahun belakangan, penyakit yang berhubungan dengan gula sedang meningkat.
Yang perlu diketahui, beberapa penyakit gula tidak hanya berasal dari gula semata, tapi juga asupan makanan lain yang mengandung "gula tersembunyi".
Contohnya adalah yogurt rendah lemak, roti, oatmeal instan, sereal, dan makanan berat yang biasa kita konsumsi sehari-hari.
Gula tersembunyi inilah yang seringkali membuat kita tidak sadar telah mengonsumsi lebih banyak gula dari yang disarankan.
Berikut adalah tanda-tanda tubuh kelebihan gula yang sudah Radar Bogor rangkum dan perlu kamu ketahui.
1. Lemas dan Kurang Energi
Makanan tinggi gula memang bisa memberikan energi instan, tetapi kelelahan yang timbul setelahnya bisa menjadi pertanda buruk.
Kadar gula darah yang turun drastis setelah lonjakan energi biasanya membuat tubuh jadi lebih mudah lelah dan lemas.
Jika kamu merasa mudah lelah, mungkin konsumsi gula berlebih adalah penyebabnya.
2. Keinginan Mengonsumsi Gula/Karbohidrat
Konsumsi gula berlebih dapat menciptakan reaksi pada tubuh untuk terus mengonsumsi gula atau makanan berkarbohidrat tinggi.
Hal ini bisa berkaitan dengan pelepasan dopamin yang memberikan perasaan senang dan puas selama mengonsumsi gula.
Efek ini mirip dengan yang terjadi pada pengguna zat adiktif lainnya, yang lama kelamaan bisa jadi berbahaya bagi tubuh.
3. Sering Pilek dan Flu
Tanda tubuh kelebihan gula lainnya adalah sistem imun atau daya tahan tubuh yang menurun.
Hal ini bisa ditandai dengan seringnya kamu terkena pilek dan flu karena kemampuan alami tubuh yang tidak bisa menghalau virus.
4. Kecemasan dan Depresi
Hal ini masih berkaitan dengan ketergantungan dopamin dari kebiasaan konsumsi gula.
Dopamin bisa memberikan sensasi bahagia. Namun, efek ini cepat pudar sehingga tubuh merespon dengan menginginkan lebih banyak gula.
Ketidakseimbangan ini bisa berkontribusi pada timbulnya perasaan cemas dan depresi.
5. Kenakan Berat Badan
Tubuh manusia dirancang untuk menampung gua dalam jumlah terbatas. Jika gula terus masuk, kalori gula akhirnya akan diubah dan disimpan sebagai lemak tubuh.
Baca Juga: Jam Tidur Berantakan? Begini Cara Perbaiki Jam Tidur agar Tubuh Lebih Bugar dan Sehat di Pagi Hari
Hal ini dapat dengan cepat menyebabkan masalah berat seperti obesitas dan sejumlah masalah kesehatan yang berhubungan dengan berat badan.
Salah satu masalah yang akan timbul akibat masalah berat badan ini adalah kadar kolesterol yang tinggi, masalah jantung, sleep apnea, dan banyak lagi.
6. Masalah Kulit
Tanda tubuh kelebihan gula yang selanjutnya adalah munculnya masalah jerawat, rosacea, eksim, dan masalah kulit berminyak atau kulit kering.
Hal ini karena gula memiliki efek peradangan pada tubuh saat dikonsumsi, sehingga dapat menyebabkan masalah peradangan pada kulit.
7. Tekanan Darah Tinggi
Sebuah studi tahun 2010 dari University of Colorado yang melibatkan 4.500 orang dewasa menemukan adanya hubungan antara hipertensi dengan konsumsi gula berlebih.
Jadi jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, kamu sudah perlu memperhatikan konsumsi gula, dan juga garam sehari-hari.
8. Masalah Gigi
Baca Juga: Mengenal Gejala Gangguan Jiwa Halusinasi, Bikin Penderitanya Kerap Mendengar Bisikan Gaib
Konsumsi gula yang berlebih bisa merusak lapisan email gigi dengan masuk ke celah-celah, menyebabkan masalah gigi yang menyakitkan.
Gula juga bisa menyebabkan bercak putih akibat kerusakan lapisan terluar gigi. Jika dibiarkan, gigi bisa berlubang hingga ke akar gigi.
Cara Mengembalikan Kadar Gula Darah dan Mengurangi Adiksi Terhadap Gula
Baca Juga: Diabetes Bikin Luka di Kaki Sulit Sembuh, Warga Bogor Harus Tahu Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya
Langkah pertama untuk mengembalikan kadar gula darah adalah perbanyak minum air putih yang bisa mengurangi keinginan untuk makan gula/karbohidrat.
Selain itu kurangi konsumsi gula secara bertahap, konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah seperti sayuran dan buah.
Mulai juga untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit berjalan kaki atau sekitar 5000-7000 langkah.
Buat jadwal tidur yang lebih sehat dengan tidak begadang dan pastikan untuk tidur selama 7-8 jam sehari.
Yang terakhir adalah dengan mengelola stres dengan meditasi atau yoga. Teknik ini bisa dengan efektif mempengaruhi kadar gula darah.***
Editor : Halimatu Sadiah