RADAR BOGOR - Menjelang akhir tahun 2024 hingga awal 2025 terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan yang tinggi.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan yang perlu diwaspadai adalah saat ini Indonesia sedang memasuki musim hujan. Puncaknya di sebagian wilayah di Sumatera dan Jawa diprediksi terjadi pada Desember akhir dan puncaknya di Januari 2025.
Dwikorita saat paparan dalam rapat bersama Komisi V DPR RI dan pihak terkait di Gedung DPR RI juga menjelaskan adanya seruak dingin dari dataran tinggi Siberia.
"Sejak minggu lalu kami mendeteksi adanya seruak udara dingin dari dataran tinggi Siberia diprediksi bergerak mengarah ke wilayah Indonesia. Diprediksi landingnya ini kira-kira sekitar tanggal 20 Desember sampai sekitar 29 Desember," jelasnya dilansir dari YouTube TVR Parlemen.
Seruak dingin ini menurut Dwikorita mengakibatkan terjadinya kecepatan angin yang tinggi dan perlu diwaspadai terutama untuk pelayaran, gelombang tinggi serta curah hujan.
Fenomena seruak dingin tersebut bahkan bisa berdampak pada banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek pada 2020 lalu.
"Nah kemudian saat landing ke Indonesia bagian barat yaitu Jawa Barat, Lampung, Banten, DKI ini peristiwanya mirip kalau skenario terburuk itu meningkatkan curah hujan dengan intensitas yang ekstrem. Contoh yang sudah terjadi di tahun 2020 di bulan Januari kondisi terparah adalah Jabodetabek banjir saat itu," paparnya.
Pihaknya terus melakukan monitoring terhadap fenomena-fenomena cuaca yang terjadi di Indonesia.
Dwikorita juga mengimbau pada musim libur Nataru, agar terus waspada karena saat ini sedang memasuki musim hujan.
"Di sebagian wilayah tersebut mengalami puncak musim hujan di bulan Januari. Artinya, selama mudik Nataru mulai dari ketika posko dimulai tanggal 18 sampai 5 Januari berada pada menuju puncak musim hujan di sebagian wilayah," ujar Dwikorita dilansir dari laman BMKG.
Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, dibahas terkait progres dari kesiapan menghadapi arus mudik dan wisata yang bertepatan dengan puncak cuaca ekstrem selama masa libur Nataru.
Intensitas hujan kata Dwikorita diprakirakan meningkat 20% dibandingkan kondisi normal akibat fenomena La Nina lemah.
Puncak hujan diprediksi terjadi akhir Desember pada sebagian besar wilayah Sumatra dan Jawa. Khususnya di bagian selatan.
Sedangkan wilayah Jawa bagian tengah hingga pesisir utara diperkirakan mengalami puncak hujan pada Januari 2025.
Pada masa libur Nataru, wilayah Sumatera dan Jawa diprediksi mengalami mobilitas tinggi dan berada pada kondisi yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor dan gangguan lalu lintas.
Ia juga meminta masyarakat yang akan melakukan perjalanan agar terus memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari pihak berwenang, hal ini demi keselamatan selama perjalanan.
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim