RADAR BOGOR - Nara Kupu Village (NKV), salah satu agrowisata edukasi terbaik di Sawangan, Depok turut berkontribusi dalam pemberdayaan petani milenial.
Yosep Permana, Field Manager Nara Kupu Village menyampaikan Nara Kupu Village memiliki program untuk memberdayakan petani milenial dan petani lokal sekitar Nara Kupu Village.
“Kita bertemu petani dengan cara anjangsana. Petani datang ke Kebun NKV untuk belajar tentang pertanian organik dan hidroponik. Kemudian, NKV memberdayakan petani-petani dari luar daerah untuk dijadikan sebagai karyawan, khususnya petani muda dan lulusan dari sekolah pertanian,” ucap Yosep Permana, Field Manager Nara Kupu Village Selasa (10/12/2024).
Nara Kupu Village juga memberdayakan petani sawit dengan cara mengajar petani sawit. Petani sawit biasanya menanam tanaman perkebunan.
Terbaru, Yosep dan tim mengajar para petani sawit dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Mereka belajar tentang pertanian organik dan hidroponik.
Selain itu, Nara Kupu Village bekerja sama dengan sekolah pertanian untuk program magang.
Mahasiswa-mahasiswa dari IPB, Polbangtan, dan sekolah tinggi lain menjalani magang di Nara Kupu Village selama satu, dua, atau tiga bulan.
Selain itu, NKV juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani dengan membeli hasil pertanian dengan harga tinggi.
“Jika petani lokal sekitar NKV memiliki hasil pertanian yang sesuai dengan kebutuhan NKV maka NKV akan membeli dengan harga tinggi di atas harga pasaran,” tambah Yosep.
Sayur-buah yang dihasilkan oleh para petani lokal sekitar NKV dan Kebun NKV bisa dibeli langsung oleh para pengunjung yang datang ke NKV.
Selain itu, sayur dan buah dipasarkan oleh Sayur Kendal yang juga dimiliki oleh Pengusaha Muda Rayhan Christian Siego.
Regenerasi petani muda di lapangan sangatlah sedikit. Apalagi petani lokal di sekitar NKV sudah lanjut usia. NKV memberikan contoh untuk melaksanakan regenerasi petani mulai dari petani muda berusia 20 tahun.
“Kita juga turut mendukung program pemerintah dan menciptakan milenial. Dari 3 Nara Kupu yang terbagi menjadi Nara Kupu Village, Nara Kupu Jogja, dan Nara Puncak, semuanya dikelola oleh petani milenial,” jelas Yosep yang berasal dari Pandeglang.
Saat ini Polri membuka pendaftaran untuk Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Polri bidang pertanian.
Siswa SMK Pertanian dari setiap provinsi diharapkan bisa berkomunikasi dengan komunitas petani secara langsung.
TNI juga melakukan hal yang sama membuka pendaftaran perwira prajurit karier (PA PK) TNI yang berasal dari Prodi Pertanian.
Dari Kementerian Pertanian juga ada Program Yess (Youth Enterpreneurship and Employment Support Service) yang bertujuan meningkatkan regenerasi petani di Indonesia.
Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertanian dengan IFAD (International Fund For Agriculture Development).
“Harapan saya sebagai salah satu petani milenial adalah kita sebagai petani muda mampu menciptakan bisnis bidang pertanian dan bermanfaat bagi banyak orang,” pungkas Yosep. (***)
Editor : Yosep Awaludin