Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Waspada Longsor dan Banjir Susulan di Kabupaten Sukabumi, BMKG Prediksi Musim Hujan Berlangsung hingga Maret 2025

Reka Faturachman • Sabtu, 14 Desember 2024 | 17:20 WIB
Ilustrasi. Musim hujan di Kabupaten Bogor diprediksi BMKG bakal berlangsung hingga Maret 2025, berpotensi banjir dan longsor.
Ilustrasi. Musim hujan di Kabupaten Bogor diprediksi BMKG bakal berlangsung hingga Maret 2025, berpotensi banjir dan longsor.

RADAR BOGOR - Warga Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak tampaknya mesti ekstra waspada terkait potensi longsor dan juga banjir di wilayahnya, dalam beberapa bulan ke depan, akibat musim hujan yang diprediksi masih berlangsung hingga tahun depan.

Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, musim hujan di Kabupaten Sukabumi masih akan berlangsung hingga tahun depan. Sehingga ada potensi banjir dan longsor.

Pootensi banjir dan longsor di musim hujan ini, disampaikan Forecaster On Duty (FOD) Stasiun Iklim Jawa Barat, Alita Nuraeni. Ia menjelaskan, hujan di wilayah Neglasari, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi diprakirakan akan terjadi hingga bulan Maret 2025.

Cuaca hujan yang selalu terjadi dalam beberapa pekan terakhir diduga membuat wilayah ini terjadi fenomena pergerakan tanah.

Imbasnya, belasan rumah warga setempat rusak. Beberapa di antaranya bahkan tak lagi dapat dihuni

"Penyebab Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak seminggu ini selalu diguyur hujan karna wilayah Kabupaten Sukabumi sudah memasuki musim hujan. Pada periode satu minggu terakhir terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan suplai massa uap air yang mendukung pembentukan awan konvektif dan terjadinya hujan di sebagian wilayah Jawa Barat termasuk di wilayah Kab Sukabumi," ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu (14/12/2024).

Alita membeberkan faktor-faktor tersebut di antaranya yakni anomali suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia relatif hangat, gelombang atmosfer MJO aktif di kwadran 5 (Maritime Continent).

Kemudian adanya Bibit Siklon Tropis 93S saat ini terpantau di sekitar Samudra Hindia Barat Australia.

Sehingga mempengaruhi pola angin di sekitar wilayah Jawa Barat yakni meningkatkan kecepatan angin serta membentuk area belokan angin di sebagian wilayah atau di dekat wilayah Jawa Barat.

"Jika dalam kondisi musim hujan seperti ini dapat berpotensi terjadinya bencana banjir atau longsor. Karena wilayah yang terdampak longsor terpantau jika hujan berturut-turut dengan intensitas ringan hingga lebat, kondisi tersebut dapat memicu tanah semakin lembab," jelas dia.

Ia pun mengimbau masyarakat, agar waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan kilat atau petir dan juga angin kencang pada sore hari.

Terutama pada hari dimana terjadi pemanasan kuat antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, biasanya ditandai dengan jenis awan yang berwarna gelap, dan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (Awan jenis Cumulonimbus).

"Khusus untuk daerah bertopografi curam yang rawan longsor agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Pada daerah dataran rendah dan dekat aliran sungai, untuk mewaspadai potensi genangan atau banjir," tegas Alita.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#longsor #musim hujan #kabupaten sukabumi #banjir