Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peringati Wulan Kapitu Suku Tengger, Kaldera Bromo Ditutup Dua Hari, Simak Waktu Lengkapnya!

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 16 Desember 2024 | 07:38 WIB
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi.

RADAR BOGOR - Perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) tahun ini bertepatan dengan peringatan Wulan Kapitu, tradisi sakral masyarakat suku Tengger.

Event itu berlangsung sebulan penuh, mulai 29 Desember 2024 sampai 28 Januari 2025.

Untuk menghormati tradisi Megeng atau Pati Geni dalam Wulan Kapitu, kawasan Kaldera Tengger akan ditutup selama dua hari.

Mulai Minggu (29/12) pukul 15.00 hingga Senin (30/12) pukul 23.59.

Selama dua hari itu, tidak boleh ada aktivitas wisata. Juga tidak boleh ada operasional hotel, homestay, atau restoran.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaluddin menyatakan, momen Nataru biasanya menjadi salah satu puncak okupansi bagi pelaku usaha di kawasan Bromo.

Karena itu, penutupan sementara untuk Wulan Kapitu memberikan tantangan tersendiri.

’’Tahun ini berbeda karena ada aturan penutupan saat Pati Geni. Banyak hotel yang sudah menerima booking jauh hari harus membatalkan reservasi dan mengembalikan uang tamu untuk tanggal tersebut. Tentu ini memengaruhi pendapatan kami meski hanya berlaku dua hari," ujarnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto menjelaskan, Wulan Kapitu adalah bulan sakral yang dimaknai sebagai waktu introspeksi diri dan membersihkan jiwa.

Tradisi Pati Geni adalah hari saat masyarakat Suku Tengger tidak boleh menyalakan lampu, keluar rumah, atau membuat kegaduhan.

’’Ini mirip dengan Nyepi, tetapi dengan istilah dan waktu yang berbeda. Selama Wulan Kapitu, warga juga menjalankan puasa mutih," jelas Bambang.

Dia menambahkan, selama ritual berlangsung, seluruh tempat umum, hotel, dan homestay diimbau menghentikan aktivitas yang bersifat ramai.

Misalnya, pertunjukan musik, penggunaan knalpot brong, dan bunyi-bunyian lain.

’’Setelah Megeng selesai, kegiatan di TNBTS dan hotel dapat kembali beroperasi, tetapi kegiatannya dibatasi. Seperti dilarang menghidupkan sound, pertunjukan, atau lainnya yang menimbulkan kegaduhan," tambahnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi mengatakan, pelaksanaan Wulan Kapitu tahun ini kebetulan bertepatan dengan tahun baru.

Dia mengatakan bahwa pihak PHDI Kabupaten Probolinggo juga telah bermusyawarah bersama seluruh stakeholder terkait untuk membahas hal tersebut.

’’Sehingga kami berharap semua pihak, termasuk pelaku usaha, dapat menghormati hasil musyawarah dan tradisi ini. Penutupan hanya berlangsung pada hari Megeng, selebihnya boleh buka lagi. Ini adalah bentuk toleransi dan penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat Tengger," ujar Heri. (gus/hn/c7/idr/oni)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kaldera bromo #Wulan Kapitu #suku tengger #probolinggo