Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mau Liburan Natal dan Tahun Baru? Sebelum Berangkat, Cek Update Titik Rawan Kemacetan dan Kecelakaan

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 17 Desember 2024 | 05:05 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan (kanan) memberikan arahan.
Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan (kanan) memberikan arahan.

RADAR BOGOR - Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan, telah dipetakan titik kemacetan dan titik rawan kecelakaan di seluruh Indonesia.

Hasilnya, terdapat lebih dari 700 titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

"Namun, yang menjadi concern kita untuk Nataru (Natal dan Tahun Baru) ini, sesuai dengan prediksi Kemenhub, sebagian besar yang ada di Pulau Jawa," jelasnya.

Titik rawan kemacetan dan kecelakaan di jalan tol itu di antaranya ruas Batang–Semarang dan Japek Selatan.

Untuk tol Solo–Ngawi ada di Km 543, kemudian Ngawi–Surabaya.

Lalu, terdapat titik lelah yang menjadi black spot. Setidaknya ada empat titik lelah di jalan tol yang telah dideteksi.

"Nanti semua titik rawan ini diumumkan agar masyarakat mengantisipasi," tegasnya.

Korlantas juga tengah melakukan evaluasi penerapan contraflow.

Rencananya, contraflow tetap diberlakukan saat volume arus lalin meningkat sampai rasionya di atas 8.

"Kita akan lakukan contraflow dengan beberapa evaluasi," ujarnya.

Bukan hanya itu, Korlantas bersama Jasa Marga akan mengatur kerapatan cone atau pembatas jalan dari 10 meter menjadi 5 meter, lalu di setiap 1 kilometer terdapat water barrier.

"Kemudian ditambahkan lampu LED, ada spotlight, sehingga pada malam hari bisa dilakukan pengaturan jalan," jelasnya.

Selanjutnya, ada rambu maksimal 40 km per jam di jalan tol. Disiapkan pula safety car setiap 30 menit.

"Dengan safety car, kita akan pandu sehingga bisa mengendalikan kecepatan kendaraan di jalan tol," paparnya.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan bahwa akses nasional di Jatim siap dilewati pengendara yang akan berlibur.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Gunadi Antariksa mengatakan, saat ini panjang jalan nasional (non-tol) di Jatim mencapai 2.261,68 kilometer.

Yang dalam kondisi mantap 96,37 persen. Sementara itu, jembatan 35.705,1 meter dengan tingkat kemantapan 82,1 persen.

"Berkaitan dengan libur Nataru, kami juga menyiapkan posko," kata Gunadi.

BBPJN menyiapkan 36 posko Nataru yang dilengkapi alat berat/disaster relief unit (DRU) serta material yang tersebar di Jatim dan Bali.

Selain itu, BBPJN mengatur pola pengerjaan selama peningkatan arus kendaraan.

Ada penghentian pekerjaan H-7 Nataru. Beberapa pembangunan di badan jalan dihentikan agar tak mengganggu masyarakat.

Kecuali pembersihan saluran dan penataan tanaman.

Selain berfokus pada jalur non-tol, pemerintah menyiapkan jalur tol.

Nantinya dibuka jalur fungsional jalan tol Probolinggo–Banyuwangi segmen Gending–Kraksaan sepanjang 10,35 km. Persiapan terkait pengoperasian sudah dilakukan.

Jalur Gending–Kraksaan dioperasikan 21–27 Desember 2024. Sementara itu, rute sebaliknya pada 28 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025. (far/idr/mia/hen/c19/ttg)

Titik Rawan Kemacetan dan Kecelakaan Nataru

Jumlah: 700 titik

Lokasi paling rawan:

- Jalan tol ruas Batang–Semarang

- Jalan tol Jakarta–Cikampek 2 Selatan

- Km 543 jalan tol Solo–Ngawi

- Jalan tol Ngawi–Surabaya

Rekayasa Lalu Lintas

- Arah Cikampek (Km 47–Km 70)

Waktu pemberlakuan:

Pukul 06.00–10.00

21, 24, dan 26–29 Desember 2024

Pukul 06.00–12.00

1 Januari 2025

- Arah Jakarta (Km 70–Km 47)

Waktu pemberlakuan:

Pukul 14.00–22.00

26–28 Desember 2024

Pukul 12.00–24.00

29 Desember 2024

Pukul 06.00–12.00

1 Januari 2025

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #Rawan #kecelakaan #nataru #kemacetan