Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Asal Usul dan Sejarah Hari Ibu di Indonesia, Ini Alasan Kenapa Diperingati Setiap Tanggal 22 Desember

Diyah Feronika • Minggu, 22 Desember 2024 | 08:34 WIB

Begini sejarah Hari Ibu di Indonesia hingga akhirnya dirayakan setiap tanggal 22 Desember.
Begini sejarah Hari Ibu di Indonesia hingga akhirnya dirayakan setiap tanggal 22 Desember.

RADAR BOGOR – Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember bukan sekedar momen untuk menunjukkan kasih sayang kepada ibu dan berikut sejarah serta asal usul perayaannya.

Tanggal ini memiliki sejarah tersendiri tentang perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangan hak dan kesetaraan gender.

Menurut sejarah, Hari Ibu sendiri mengacu pada digelarnya Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember tahun 1928 di Yogyakarta.

Baca Juga: Resep Minuman Herbal Penghancur Lemak Perut, Ampuh Atasi Perut Buncit dengan Cara Mudah dan Alami

Melansir laman Kemenpppa, berdasarkan buku Biografi Tokoh Kongres Perempuan Indonesia Pertama (1991), kongres digelar di Ndalem Joyodipuran, Yogyakarta.

Gedungnya sekarang masih terlestari dan telah menjadi Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional.

Kongres diikuti oleh setidaknya 600 perempuan Indonesia dari berbagai suku, agama, profesi, dan usia.

Ada banyak perwakilan politik, organisasi, serta sekolah yang terlibat dalam Kongres Perempuan Indonesia I ini.

Baca Juga: Rekomendasi Camping Ground di Bogor untuk Libur Nataru 2025, Cocok untuk Keluarga dan Pecinta Alam

Tujuan utama dari kongres ini yakni menyatukan organisasi perempuan tanpa memandang latar belakang, memajukan perempuan, dan meningkatkan kesetaraan.

Hasil dari kongres yang digelar selama tiga hari ini adalah pembentukan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI).

Selain itu kongres ini berhasil meningkatkan kesadaran dan solidaritas di antara perempuan Indonesia.

Baca Juga: Ciri-Ciri Hubungan Sehat, Begini 7 Tanda Cinta Sejati yang Bikin Langgeng dan Harmonis

Hari Ibu baru disepakati dirayakan setiap tanggal 22 Desember pada Kongres Perempuan Indonesia III tahun 1938.

Hal ini juga diresmikan pada Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959 tentang Hari Ibu.

Kini perayaan Hari Ibu telah sampai di tahun ke-96 dan akan dirayakan secara hybrid di Kota Tangerang, Banten, oleh KemenPPPA.

Tema yang diangkat tahun ini adalah “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045.”

Baca Juga: 7 Ide Kegiatan Tahun Baru di Rumah: Cara Sederhana tapi Seru dan Hemat Merayakan Malam Pergantian Tahun

Hari Ibu ini adalah momen yang tepat untuk merayakan perempuan, baik sebagai ibu, istri, anak, maupun individu.

Perayaan ini bermakna bahwa setiap perempuan memiliki peran yang besar dalam menciptakan perubahan positif, baik untuk diri sendiri dan sekitar.

Cara merayakan Hari Ibu pun tidak membutuhkan pesta besar yang mewah, memberikan ucapan yang tulus pun sudah cukup.

Sejarah Hari Ibu memang cukup panjang dan penuh dengan perjuangan, itu mengapa hari ini jadi momen yang sangat spesial.

Tidak hanya di Indonesia, setiap negara pun memiliki sejarah Hari Ibu dan perayaannya sendiri.

Seperti Hari Ibu di Perancis yang dirayakan setiap 26 Mei, Jepang pada 12 Mei, dan Inggris yang dirayakan setiap hari Minggu sebelum Paskah. ***

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#hari ibu #sejarah #asal usul