RADAR BOGOR - Sudah 20 tahun bencana tsunami Aceh berlalu tetapi peristiwa itu masih terekam jelas di ingatan Delisa, salah satu korban selamat yang harus kehilangan keluarganya. Delisa yang saat peristiwa terjadi berusia 7 tahun kini telah tumbuh dewasa dan berkarier di salah satu bank syariah di Aceh dan inilah kisah salah satu korban selamat.
Pemilik nama Delisa Fitri Rahmadani itu menceritakan tragedi mengerikan yang dialaminya. Melalui unggahan di Instagram delisafitrir_ Delisa menungkapkan pada 26 Desember 2004, ia berusia 7 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SD.
Pagi itu ibunya sedang menjemur pakaian tiba-tiba terjadi gempa pertama. Saat gempa pertama ia dan ibunya panik dan segera berlari. Delisa pun dibawa ibunya ke jalanan yang lebih luas.
Tak lama kemudian terjadi gempa kedua diiringi teriakan warga sekitar ada air laut naik.
"Kita lari cuma arahnya udah bertabrakan. Ada yang sebagian ke arah barat ke arah timur desak-desakan. Waktu itu jalanannya sudah macet gak bergerak sama sekali. Delisa lihat air sudah mulai naik sampai ke arah Masjid Baiturrahim, Delisa lihat kakak ditabrak sama kendaraan lain sudah jatuh dari motornya tidak lama kami kena air," ungkapnya dalam video di Instagram delisafitrir_
Delisa kecil ketika itu tak sadarkan diri dan hanyut sejauh 9 kilometer. Tubuhnya ditemukan pada hari kedua bencana. Ia sempat pingsan di hari kedua dan terpisaditemukan. Namun, ibunya tidak bisa diselamatkan.
Ia kemudian diselamatkan pria bernama Didi di hari kedua tsunami tepatnya di samping Gudang Kurnia Lamtemen dengan kondisi Delisa penuh luka dan lebam.
Karena peristiwa itu Delisa mengalami luka parah terutama di kakinya. Ia bahkan harus melewati 3 kali amputasi dan kehilangan kaki kirinya.
Perlahan Delisa bangkit meski tinggal bersama sang ayah. Ia juga belajar memakai tongkat dan kaki palsu.
Pada 2015 Delisa selesai sekolah SMA meninggal dan sang ayah meninggal dunia. Ia sempat bingung bagaimana melanjutkan hidup kedepannya.
Suatu ketika ia kuliah dan mendapat beasiswa. Saat kuliah semester 2, Delisa mendapat pekerjaan di salah satu bank di Aceh.
Seiring berjalannya waktu Delisa mampu bangkit hingga menyelesaikan kuliahnya dan kini bekerja sebagai staf HRD di Bank Syariah Indonesia di Aceh.
Bahkan kisah kehidupan Delisa pernah diangkat menjadi film dengan judul Hafalan Shalat Delisa pada 2011 silam yang diangkat dari novel karya Tere Liye.
Delisa Fitri Rahmadani yang ketika itu kehilangan kaki sebelah kirinya. Delisa kini telah tumbuh dewasa dan melanjutkan hidup meski tanpa kedua orangtuanya.
Pada salah satu unggahannya di media sosial Delisa mengungkapkan bahwa ia merupakan salah satu korban bencana Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.
"Saya merupakan salah satu korban bencana Tsunami di mana telah kehilangan Ibu, anggota keluarga dan sebelah kaki," ungkap Delisa.
Baginya kenangan tentang bencana tersebut tidak akan pernah terlupakan. Ia bahkan membutuhkan waktu 20 tahun untuk belajar menangani trauma, ikhlas dan berdamai dengan diri sendiri.