Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

dr. Tirta Bongkar Fakta Tidur Setelah Sahur Ramadhan Bisa Bikin Gemuk, Ternyata Begini Penjelasannya

Khairunnisa RB • Senin, 23 Februari 2026 | 16:08 WIB

Ilustrasi tidur setelah sahur di bulan Ramadhan.
Ilustrasi tidur setelah sahur di bulan Ramadhan.

RADAR BOGOR - Ramadhan identik dengan perubahan pola makan dan tidur. Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan banyak orang adalah kembali tidur setelah sahur dan salat Subuh.

Namun, muncul anggapan populer bahwa tidur setelah sahur di bulan Ramadhan dapat menyebabkan kegemukan. Benarkah demikian?

Sebuah penjelasan medis dan gaya hidup sehat dari dr. Tirta justru mengungkap fakta yang lebih kompleks.

Baca Juga: 3 Ribu Lebih Tiket Mudik Gratis 2026 Disiapkan Pemprov Jabar, Warga Bogor Bisa Daftar Lewat Aplikasi Sapawarga

Dilansir dari kanal YouTube Tidur HealthyClippp, dr.Tirta menjelaskan bahwa setelah sahur ternyata tidak otomatis membuat seseorang menjadi gemuk, tetapi bisa memicu masalah lain yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

"Jadi, kegemukan itu tidak langsung skalek, tidur habis sahur gemuk, enggak," kata dr. Tirta.

Kegemukan Bukan Soal Tidur, Tapi Surplus Kalori

Kegemukan pada dasarnya terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan energi yang dikeluarkan dalam satu hari penuh.
 
Baca Juga: Pohon Setinggi 10 Meter Tumbang, Tutupi Area Parkir Hotel di Tegallega Kota Bogor

Jika jumlah kalori dari makanan lebih besar daripada aktivitas yang dilakukan, maka tubuh akan menyimpan kelebihan energi sebagai cadangan lemak.

Cadangan energi ini biasanya tersimpan di area perut, paha, atau lengan. Proses ini dikenal sebagai surplus kalori.

Artinya, seseorang tidak akan langsung menjadi gemuk hanya karena tidur setelah sahur.
 
Baca Juga: Karang Taruna RW 05 Pabuaran Gelar Gerakan Literasi Anak, Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini

Tanpa kelebihan kalori, penambahan berat badan tidak terjadi secara instan.

Bahaya Sebenarnya: Ritme Sirkadian Bisa Kacau

Meski tidak langsung menyebabkan kegemukan, tidur setelah sahur memiliki dampak lain yang cukup serius, yaitu mengganggu ritme sirkadian tubuh.
 
"Tidur habis sahur itu meningkatkan potensi apa berantakannya sirkadian rhythm karena ketika bangun terus sahur, shalat subuh terus tidur lagi, jadi otomatis tubuh bingung," ujar dr. Tirta.
 
Baca Juga: Karang Taruna RW 05 Pabuaran Gelar Gerakan Literasi Anak, Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini

Ritme sirkadian adalah “jam biologis” yang mengatur kapan tubuh harus tidur, bangun, serta mengatur hormon dan metabolisme.

Ketika seseorang bangun dini hari untuk sahur, lalu kembali tidur setelah Subuh, tubuh bisa mengalami kebingungan fase tidur.

Urutannya biasanya seperti ini:

• Bangun dini hari untuk sahur

• Aktivitas makan

• Salat Subuh

• Kembali tidur pagi hari
 
Baca Juga: Saldo KKS Rp600 Ribu Masuk Serentak, Bukan Cair Double, Simak Fakta Penyaluran Bansos Dipercepat Ramadhan 2026

Kondisi ini membuat tubuh sulit menentukan apakah waktu tersebut termasuk fase malam atau siang, sehingga kualitas istirahat bisa menurun.

Jika terjadi terus-menerus selama bulan puasa, gangguan ritme ini dapat memicu:

• Rasa lemas di siang hari

• Sulit fokus

• Metabolisme melambat

• Gangguan hormon lapar dan kenyang
 
Baca Juga: Progres Pencairan Bansos Ramadhan 2026: Nama Masuk Daftar KPM tapi Bantuan PKH BPNT Masih Belum Cair, Simak Penjelasan Lengkapnya

Dalam jangka panjang, gangguan ini justru dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan secara tidak langsung.

Insulin Tinggi di Pagi Hari: Energi Sedang “Full Tank”

Faktor lain yang jarang diketahui adalah kondisi hormon insulin setelah sahur.

Setelah makan, terutama makanan tinggi karbohidrat, kadar insulin meningkat untuk membantu sel menyerap gula dari darah sebagai energi.

Pada waktu Subuh, kadar insulin masih relatif tinggi, yang berarti tubuh sedang berada dalam kondisi siap beraktivitas.
 
Baca Juga: Program Satu Sarjana Satu Desa, Universitas Djuanda Tegaskan Dukungan dan Siap jadi Mitra

Dengan kata lain, tubuh berada dalam mode “energi penuh”.

Jika langsung digunakan untuk aktivitas, energi tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal.

Namun jika langsung tidur kembali, energi tersebut tidak terpakai secara maksimal.

Aktivitas Ringan Justru Lebih Dianjurkan

Alih-alih kembali tidur, kondisi tubuh setelah sahur sebenarnya ideal untuk aktivitas ringan hingga sedang.
 
Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Eks Penerima BLT Kesra 2025, Berpeluang Jadi Penerima PKH-BPNT Tahap 1 2026, Ini Bentuk Bantuannya

Beberapa kegiatan yang disarankan antara lain:

• Berzikir dan ibadah

• Membaca Al-Qur’an atau buku

• Jalan santai

• Peregangan

• Latihan ringan seperti push-up atau pull-up

• Pekerjaan rumah tangga ringan
 
Baca Juga: Pemkab Bogor Buka Puasa Bersama Warga di Masjid Nurul Wathon dan Baitul Faidzin Selama Ramadhan 1447 Hijriah

Aktivitas ini membantu tubuh memanfaatkan energi yang tersedia sekaligus menjaga ritme biologis tetap stabil.

Boleh Tidur, Tapi Ada Strateginya

Meski demikian, bukan berarti tidur setelah sahur sepenuhnya dilarang.

Bagi sebagian orang yang kurang tidur malam, istirahat tambahan tetap penting.
 
Baca Juga: Bansos 2026 Disebut Cair Tambahan dan Ganda, Simak Penjelasan Lengkap Status BPNT, BLT Kesra, hingga Nasib KPM Desil 1-5

Namun, para ahli menyarankan:

• Tidur sebentar saja (power nap)

• Tidak terlalu lama hingga masuk fase tidur dalam

• Pastikan total tidur harian tetap cukup

• Hindari langsung rebahan setelah makan
 
Baca Juga: Update Bansos 23 Februari 2026: Progres Penyaluran Tahap 1, Nasib 3 Juta KPM Burekol dan Bantuan Pengganti BLT Kesra

Dengan cara ini, tubuh tetap mendapatkan manfaat istirahat tanpa mengacaukan ritme biologis.

Anggapan bahwa tidur setelah sahur langsung menyebabkan kegemukan ternyata tidak sepenuhnya benar.

Faktor utama kenaikan berat badan tetaplah kelebihan kalori dan kurangnya aktivitas fisik.

Namun, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan ritme sirkadian dan menurunkan kualitas metabolisme jika dilakukan terus-menerus.

Karena itu, memanfaatkan waktu pagi setelah sahur untuk aktivitas ringan dan ibadah dinilai sebagai pilihan yang lebih sehat sekaligus produktif selama bulan puasa. Jadi, bukan tidur setelah sahur yang bikin gemuk melainkan pola hidup secara keseluruhan.***
Editor : Asep Suhendar
#dr. Tirta #tidur #sahur #ramadhan