RADAR BOGOR—Acara Edisi Tani Akur di Tasikmalaya berfokus pada pertanian dan ekonomi lokal, dengan sejumlah narasumber yang memberikan pemahaman mendalam tentang peran pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor pertanian dalam mendorong kemajuan daerah.
Milenial Agriculture Forum, yang diadakan pada hari Rabu setiap minggunya, mengundang petani muda dan praktisi pertanian untuk berbicara tentang hal-hal yang dapat mendorong kemajuan daerah.
Di antara penerima manfaat program YESS adalah Petani Kopi, Bank Indonesia, Bank BJB, dan Perencana Ahli Muda BPP.
Lima hal penting dalam ekosistem pertanian yang harus diperhatikan pemerintah daerah, menurut Satya Laksana, Perencana Ahli Muda BPP: Pendahuluan, Kondisi Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya, Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah, Kebijakan Pembangunan Sektor Pertanian, dan Penutup.
"Fungsi pemerintah dalam ekonomi mencakup stabilisasi, alokasi, dan distribusi, yang diperhatikan melalui indikator seperti tingkat inflasi, indeks GINI, tingkat pengangguran, dan garis kemiskinan, yang digunakan untuk mengukur sejauh mana progres pembangunan yang telah dilakukan," ujar Satya.
Dalam hal ini, Kabupaten Tasikmalaya memiliki sembilan strategi prioritas untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan.
Narasumber dari Bank Indonesia, Indah Pratiwi Mursanti, membahas pentingnya digitalisasi sistem pembayaran dan pengembangan UMKM.
Ia menekankan beberapa program Bank Indonesia, termasuk Program Klaster Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan UMKM, yang dirancang untuk membantu sektor pertanian dan keuangan.
Selain itu, ia membahas penerapan sistem pembayaran digital QRIS—yang dikenal sebagai Quick Response Code Indonesia Standar—sejak 1 Januari 2020.
Sistem ini memiliki banyak keuntungan, seperti transaksi yang lebih higienis, lebih cepat, dan tanpa kontak fisik; itu juga efektif tanpa biaya pengembalian uang.
Untuk membantu petani dan peternak menjadi lebih produktif, Mono, narasumber dari Bank BJB, menjelaskan berbagai skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Untuk membantu peternak dan petani mendapatkan akses ke pembiayaan yang mereka butuhkan, Bank BJB, yang beroperasi di 14 provinsi, menggunakan pola kemitraan dengan pihak ketiga.
Terakhir, Dani Muhamad Yasin, seorang narasumber yang berkonsentrasi pada industri kopi, berbagi pengalamannya tentang bagaimana petani milenial dapat memasuki industri kopi, terutama di kafe dan barista.
Dengan memanfaatkan pemasaran digital untuk menjual produk mereka secara online, program YESS telah meningkatkan produktivitas petani. Ini membuka peluang pasar yang lebih luas. (***)
Editor : Yosep Awaludin