Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Marasa Burnout? Itu Tanda Kamu Butuh Detox Media Sosial, Begini Cara Memulainya agar Kesehatan Mental Tetap Terjaga

Diyah Feronika • Jumat, 3 Januari 2025 | 05:50 WIB

 

Ilustrasi strategi pemasaran UMKM lewat media digital.
Ilustrasi strategi pemasaran UMKM lewat media digital.

RADAR BOGOR – Apa marasa pernah burnout? Jika ya, maka salah satunya kamu butuh detox media sosial, yuk simak caranya sehingga kesehatan mental tetap terjaga.

Burnout adalah kondisi lelah fisik, mental, dan emosional disebabkan stres kronis karena suatu pekerjaan.

Media sosial memang bisa menjadi tempat menyenangkan dan penuh dengan informasi. Namun, terlalu banyak informasi, drama online, hingga tekanan sosial seringkali memicu perasaan lelah pikiran, mental, bahkan fisik atau burnout.

Kenapa harus detox media sosial? Penggunaan media sosial terus-menerus melepaskan dopamin yang memberi kesenangan sesaat.

Lonjakan dopamin ini dapat memicu kebiasaan tidak sehat dan ketergantungan yang jika dibiarkan bisa mempengaruhi produktivitas, hubungan, dan harga diri.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tanda kalau kamu butuh detox media sosial serta langkah-langkah untuk memulainya.

Tanda Kamu Butuh Detox Media Sosial

1. Kamu merasa stress atau cemas

Stres atau cemas akibat media sosial seringkali muncul karena FOMO atau Fear of Missing Out, membandingkan diri, dan keinginan untuk ikut tren.

Akibat dari stres dan rasa cemas ini akan membuat kamu depresi, sakit kepala, insomnia, kekurangan motivasi, bahkan hingga mengalami gangguan memori.

Stres yang berkelanjutan juga bisa menyusutkan bagian otak hipokampus yang dapat mengganggu kemampuan untuk berpikir, beradaptasi, dan memproses emosi.

2. Kurang produktif

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang bisa menghabiskan waktu 2 jam per hari setiap harinya hanya untuk mengecek media sosial.

Jika kamu menghentikan apa yang sedang kamu lakukan untuk membuka media sosial, kamu akan membutuhkan waktu setidaknya 23 menit untuk bisa kembali fokus.

Tidak heran jika kamu kesulitan untuk menyelesaikan sesuatu di satu hari dan butuh waktu lebih lama hanya untuk menyelesaikannya.

3. Kepercayaan diri anjlok

Semua orang di media sosial terlihat seperti menjalani hidup yang sempurna, tetapi kenyataannya, kamu hanya melihat apa yang mereka ingin perlihatkan.

Melihat gambaran kehidupan orang lain yang bisa jadi belum tentu benar bisa merusak harga diri kamu.

Tanpa sadar, kamu akan merasa kurang dan tidak pantas. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan menyebabkan rasa depresi yang dalam.

4. Kualitas tidur menurun

Penggunaan gadget dan paparan media sosial sebelum tidur dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon melatonin.

Hormon ini sangat penting untuk membuat otak merasa mengantuk dan mengatur siklus tidur-bangun atau ritme sirkadian.

Produksi melatonin akan meningkat di malam hari dan saat gelap, jika kamu menggunakan gadget sebelum tidur, paparan cahaya biru akan mengganggu produksi hormon ini.

Tidur yang terganggu akan meningkatkan kortisol atau hormon stres dan membuat kamu bangun dengan rasa lelah dan cemas.

Kelelahan mata

Orang yang menghabiskan lebih dari 2 jam menatap layar setiap hari memiliki risiko besar mengalami ketegangan mata atau kelelahan mata.

Cahaya biru yang dipancarkan layar bisa meningkatkan risiko terkena degenerasi makula seperti rabun jauh.

Penggunaan gadget dan pemantauan media sosial yang terlalu lama membuat mata bekerja lebih keras dan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang.

Ketergantungan media sosial

Gejala ketergantungan media sosial bisa berupa:

- Lebih memilih menghabiskan waktu di media sosial ketimbang kontak langsung dengan orang-orang.

- Cemas karena tidak bisa mengakses akun media sosial.

- Tidak ingat kapan terakhir kamu mengecek timeline media sosial dalam 24 jam.

- Panik saat tidak bisa menemukan ponsel.

- Dalam bahasa Inggris, ada istilah “doomscrolling” atau scrolling kompulsif yang fokus pada konten yang negatif.

Cara Memulai Detox Media Sosial

Buat batas dengan media sosial

Kamu bisa memulai dengan mematikan notifikasi ponsel agar perhatianmu tidak langsung tertuju pada apa pun yang muncul. Kamu juga bisa menyimpan ponsel di suatu tempat saat sedang berkumpul dengan keluarga atau teman.

Bersikap realistis

Jangan paksakan diri kamu untuk langsung melepas media sosial, kamu bisa melakukannya secara perlahan. Kamu bisa memfokuskan waktu kamu pada hal-hal yang lebih produktif. Kamu tetap bisa menggunakan ponsel, namun hanya untuk keperluan tertentu.

Usahakan untuk meminimalkan penggunaan gadget 1-2 jam sebelum tidur, di meja makan, dan di meja kerja atau meja belajar. ***

Editor : Eka Rahmawati
#kesehatan mental #detox #media sosial #burnout