RADAR BOGOR – Tahun ini beberapa program yang pernah dikampanyekan Presiden Prabowo Subianto mulai berjalan.
Senin (6/1) program makan bergizi gratis (MBG) akan diluncurkan secara resmi.
Lalu, Februari ini, giliran program pemeriksaan kesehatan gratis untuk mereka yang berulang tahun bakal dimulai.
Semula, program pemeriksaan kesehatan gratis bakal dimulai pada Januari ini.
Namun, rencana itu diundur.
”Rencananya diluncurkan bersama dengan pelantikan kepala daerah terpilih pada Februari nanti,” ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, Sabtu (4/1).
Aji menyatakan, seluruh infrastruktur untuk pemeriksaan gratis sudah siap.
Saat program ini dimulai, warga tinggal menunjukkan KTP ke petugas di puskesmas.
Setelah itu, mereka bisa mendapat pelayanan kesehatan secara gratis.
Anggaran untuk program ini telah masuk APBN 2025 sebesar Rp 3,2 triliun.
Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman menyambut baik rencana pemerintah melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis.
Namun, dia menekankan pentingnya evaluasi lebih lanjut terhadap cakupan 14 penyakit yang diprioritaskan.
”Perlu dievaluasi apakah cakupan penyakit tersebut sudah termasuk penyakit dengan prevalensi tinggi dan berdampak besar pada beban kesehatan masyarakat,” katanya.
Dicky juga menyinggung pentingnya mempertimbangkan fleksibilitas frekuensi pemeriksaan berdasar kebutuhan kesehatan masyarakat.
Menurut dia, yang lebih utama untuk penyakit kronis dan menular seperti TB.
”Pemeriksaan sekali setahun mungkin tidak cukup optimal. Pemerintah perlu memastikan program ini diintegrasikan dengan layanan kesehatan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya memperkuat kapasitas puskesmas dan meningkatkan kualitas SDM.
Puskesmas harus memiliki alat diagnostik serta fasilitas yang memadai.
”Komunikasi yang efektif dengan stakeholder dan masyarakat juga krusial untuk mencapai hasil yang diharapkan,” bebernya.
Sementara itu, untuk program makan bergizi gratis yang akan diluncurkan besok, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa Prabowo menginstruksikan agar bahan baku MBG harus dari desa.
”Sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Bukan impor,” kata Budi.
Dia menyebut, pihaknya bakal melibatkan ribuan koperasi.
”Ada 1.923 koperasi yang siap menampung,” ujarnya.
Dia telah mendata sebaran desa yang memproduksi beragam komoditas untuk menyokong makan bergizi gratis .
Budi mengatakan, desa menghasilkan berbagai kebutuhan seperti jagung, ikan nila, hingga melon.
Hal tersebut masuk 20 persen dana desa yang dianggarkan untuk ketahanan pangan.
”Saya laporkan, 20 persen dari Rp 71 triliun dana desa 2025 untuk ketahanan pangan,” ungkapnya. (lyn/c19/oni)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim