RADAR BOGOR – Hari pertama pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) berlangsung lancar di sejumlah daerah.
Ribuan porsi makanan dibagikan kepada siswa, ibu hamil, menyusui, dan balita.
Di Sidoarjo, paket makanan didistribusikan dalam dua gelombang.
Gelombang pertama dilaksanakan di SDN Larangan, Candi. Makanan diantar ke sekolah sejak pukul 08.30.
’’Jumlah siswa kami ada 438 anak, semuanya akan kebagian makan bergizi gratis ini,” kata Plt Kepala SDN Larangan Sjamsuarni Pudji Rahaju.
Paket makanan dibagikan kepada para siswa pada pukul 10.30. Tepat saat jam istirahat.
’’Di sini istirahatnya hanya sekali, bukan full day. Jadi, makan saat jam istirahat ini,” tuturnya.
Rahaju juga sudah meminta murid untuk tidak membawa bekal makanan dari rumah.
Beberapa siswa tampak membawa kotak bekal kosong untuk membungkus makanan yang tidak habis.
Paket makanan yang dibagikan berisi nasi, ayam goreng, sawi, semangka, dan susu kemasan. Para siswa tampak makan dengan lahap.
SMPN 1 Candi juga mendapatkan paket makanan gelombang pertama.
Mereka mengadakan acara makan bersama di halaman sekolah.
’’Ini untuk awalnya saja, nanti makan di kelas masing-masing,” kata Kepala SMPN 1 Candi Heri Kristianto.
Ada 1.047 siswa di SMPN 1 Candi yang mendapatkan makan gratis itu.
Berdasar data dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo, total ada 6.003 porsi makanan yang kemarin didistribusikan.
Di Semarang, makan bergizi gratis dilaksanakan di delapan sekolah.
Yakni, KB Mujahidin, TK Mujahidin, SDN Srondol Wetan 1, Srondol Wetan 2, dan Srondol Wetan 5.
Lalu, SDN Pedalangan 4, SMPN 12, dan SMAN 4.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memantau langsung pembagian makanan di SMPN 12 Semarang.
Dia menjelaskan, program tersebut baru diadakan di 190 titik. Namun, ke depan ditingkatkan sampai 930 titik.
Mu’ti menjelaskan, dari hasil pemantauannya di SMPN 12 Semarang, pembagian makanan berjalan dengan baik.
”Saya sudah observasi di tiga kelas tadi berjalan lancar, pengirimannya on time, dan menunya juga seperti yang diharapkan Pak Presiden, sudah memenuhi standar gizi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Mu’ti menjelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berusaha menyukseskan program tersebut meskipun leading sector-nya adalah Badan Gizi Nasional (BGN).
’’Saat ini ada 190 titik di 26 provinsi. Akhir Januari targetnya bisa terlaksana di 973 titik,’’ terangnya.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, Pemkot Semarang sudah melakukan uji coba makan bergizi gratis beberapa waktu lalu.
Mbak Ita –sapaannya– mengakui bahwa anak-anak susah makan sayur.
Karena itu, melalui program MBG, pihaknya ingin mengenalkan sayur dengan olahan lain yang mengandung karbohidrat, protein, maupun aneka vitamin.
”Tadi saya lihat sudah memenuhi kebutuhan gizi,’’ ujarnya. (eza/ifa/den/c6/oni)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim