RADAR BOGOR - Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menegaskan bahwa pagar laut misterius yang terbuat dari bambu sangat mengganggu aktivitas nelayan di pesisir Kabupaten Tangerang.
Sebab, jelasnya, ketika dilihat lebih dekat, pagar laut bambu itu berbentuk zig-zag dan menancap terumbu karang, mengitari daratan.
"Sejauh 700 meter dari bibir pantai, dan itu tidak hanya lurus, tapi mengitari pulau. Kadang ada yang terputus juga," ujar Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho soal pagar laut misterius itu.
Menurutnya area tersebut berfungsi sebagai jalan keluar bagi penduduk nelayan lokal untuk menuju laut Pantura Tangerang atau bagian utara Jakarta.
"Tadi saya sempat berbicara dengan nelayan, jadi kalau mereka melaut malam, perahu itu suka nabrak pagernya karena bisa tidak terlihat," katanya.
"Akses mereka menjadi terbatas dan mengancam ekosistem biota laut, sehingga masyarakat menjadi korban," tambahnya.
KKP pun memberi peringatan dan menyegel pagar laut sepanjang 30,16 km itu. Dengan harapan, orang yang memasangnya akan memiliki niat untuk mencabutnya sendiri.
"Awal kami beri peringatan, penyegelan, dan sampai 10 hingga 20 hari tidak dibongkar juga, KKP yang akan bongkar paksa," tegasnya.
Seperti yang telah diketahui, pagar laut misterius yang terbuat dari bambu ditemukan tertancap di sekitar laut Pantura atau Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Pagar tersebut terletak 30.16 kilometer di atas laut.
Karena tidak ada perizinan yang dikeluarkan untuk pemagaran laut, KKP masih menyelidiki siapa yang melakukan pemagaran tersebut.
"Kami masih dalami, menyelidiki siapa pelakunya. Negara tidak boleh kalah, Pemerintah hadir dan Pak Presiden Prabowo meminta KKP untuk menindaklanjuti pemageran tersebut," pungkasnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin