RADAR BOGOR – Sebuah analisis dari Oxfam mengungkapkan bahwa 1 persen individu terkaya di dunia telah menghabiskan jatah emisi karbon global mereka untuk 2025.
Ironisnya, jatah emisi itu dihabiskan hanya dalam waktu 10 hari pertama tahun ini.
Kelompok terkaya di dunia itu rata-rata menghasilkan 2,1 ton emisi karbon dioksida (CO₂) hanya dalam waktu 10 hari.
Sebagai perbandingan, jumlah tersebut setara dengan emisi yang dihasilkan oleh seseorang dari 50 persen populasi termiskin dalam tiga tahun.
’’Masa depan planet kita berada di ujung tanduk. Namun, orang-orang superkaya dibiarkan terus menghambur-hamburkan peluang umat manusia melalui gaya hidup mewah dan investasi yang mencemari,’’ ujar Chiara Liguori, penasihat kebijakan keadilan iklim senior di Oxfam GB.
Karbon dioksida (CO₂) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, gas, dan minyak di berbagai sektor.
Ketika gas itu terakumulasi di atmosfer, ia menciptakan efek rumah kaca, yaitu proses di mana panas matahari terperangkap dan tidak dapat dipantulkan kembali ke angkasa.
Dampaknya, perubahan iklim kian sulit dikendalikan dan terus mengancam stabilitas ekosistem.
Pemerintah global telah berjanji untuk membatasi pemanasan bumi hingga 1,5°C di atas tingkat pra-industri.
Namun, kenyataan menunjukkan bahwa target tersebut semakin jauh dari jangkauan, terutama karena emisi yang tinggi dari kelompok terkaya.
Dampaknya sudah terasa. Sebut saja bencana seperti kekeringan, badai, hingga gelombang panas yang memicu krisis pangan.
Lalu, naiknya permukaan laut dan kerugian ekologi lainnya.
Oxfam mencatat bahwa kelompok 1 persen terkaya –sekitar 77 juta orang di seluruh dunia, termasuk mereka yang berpenghasilan lebih dari USD 140.000 per tahun (sekitar Rp 2,2 miliar)– bertanggung jawab atas emisi karbon tahunan yang berlebihan.
Ironisnya, kelompok termiskin yang berada di wilayah tropis menjadi pihak yang paling menderita akibat dampak perubahan iklim.
Penelitian lain dari 2023 menunjukkan bahwa emisi dari kelompok kaya itu bahkan cukup untuk menyebabkan 1,3 juta kematian akibat panas ekstrem dalam beberapa dekade mendatang.
Contoh nyata terlihat dari dua jet pribadi milik Jeff Bezos, pendiri Amazon.
Dalam setahun, jet itu menghasilkan emisi karbon setara dengan yang dihasilkan seorang karyawan Amazon di AS selama 207 tahun.
Lalu, tiga kapal pesiar keluarga Walton, pewaris Walmart, menghasilkan jejak karbon sebesar 18.000 ton dalam setahun. Setara dengan emisi 1.714 pekerja Walmart selama satu tahun kerja penuh.
Menurut Oxfam, untuk mencapai target pembatasan pemanasan global hingga 1,5°C, kelompok 1 persen terkaya harus mengurangi emisi mereka sebesar 97 persen dari tingkat emisi 2015 pada tahun 2030.
Namun, prediksi menunjukkan bahwa pengurangan yang akan mereka lakukan hanya sebesar 5 persen. (din/c6/bay)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim