RADAR BOGOR – Program makan bergizi gratis (MBG) melibatkan banyak pihak sebagai pemasok bahan dasar.
Program MBG juga mendapatkan dukungan dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
Dalam waktu dekat, mereka membentuk satgas pangan yang melibatkan 10 ribu anggota Banser.
Rencana pembentukan satgas pangan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin.
’’(Soal ketahanan pangan) kita akan terlibat banyak hal. Mulai menjadi satuan pelaksana makan bergizi gratis hingga menyiapkan infrastruktur masyarakat,’’ kata Addin seusai peluncuran Asta Cita Center di Jakarta.
Pelaksanaan MBG tidak terlepas dari ketersediaan pasokan pangan.
Ketersediaan pasokan pangan terkait dengan infrastruktur tanam.
Addin mengatakan, pada peringatan Harlah Ke-91 Ansor April depan, pihaknya akan mengukuhkan 10 ribu anggota Satgas Pangan Banser. Mereka tersebar di penjuru Indonesia.
’’Ada dua fungsi Satgas Pangan Banser,’’ ujarnya.
Pertama, menjadi penyuluh produk atau komoditas pangan. Termasuk penyuluhan di bidang perikanan, perkebunan, sampai peternakan.
Fungsi kedua, membangun kelompok-kelompok tani di daerah-daerah.
Dengan adanya kelompok tani itu, pengelolaan lahan tanam bisa lebih efektif.
Dengan begitu, tujuan mewujudkan ketahanan pangan, termasuk implementasi makan bergizi gratis, bisa berjalan dengan baik.
Addin juga merespons polemik penggunaan dana zakat untuk membiayai makan bergizi gratis.
Dia mengatakan, pada dasarnya dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) bertujuan untuk kemaslahatan umat.
’’Saya kira memang sepanjang fungsinya sesuai dengan tujuan penggalangan ziswaf, tidak ada masalah,’’ tuturnya.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza berharap makan bergizi gratis bisa meningkatkan pertumbuhan industri kecil dan menengah di tengah masyarakat.
Harapan tersebut dia sampaikan saat meninjau pendistribusian makan bergizi gratis di empat lembaga pendidikan di Jakarta Timur, Kamis (16/1).
Empat lembaga itu adalah PAUD Baiturrahim, SD Negeri 06 Pulogadung, SD Negeri 07 Pulogadung, dan SMP Negeri 138 Jakarta.
Faisol menekankan, MBG merupakan salah satu program pemerintah yang memiliki efek ganda.
Program yang sudah berjalan dua pekan itu tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi peserta didik, tetapi juga merangsang pertumbuhan industri, terutama industri kecil menengah (IKM).
Sebab, MBG menyentuh berbagai sektor industri dalam rantai pasoknya.
’’Banyak industri yang terlibat dalam program makan bergizi gratis ini. Mulai industri penyedia bahan baku, pengolahan makanan, hingga logistik yang mengantarkan makanan sampai ke sekolah-sekolah,’’ katanya.
Bahkan, dalam perjalanannya nanti, industri pengolahan limbah dilibatkan. Sebab, program makan bergizi gratis menghasilkan banyak limbah. (wan/lyn/c7/oni)
Editor : Siti Dewi Yanti