RADAR BOGOR - Apa kau selalu merasa kamu selalu bertemu dengan pasangan atau calon pasangan yang toxic?
Beberapa orang mungkin langsung menyadari ke-toxic-an ini, namun sebagian yang lain justru terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
Menurut para ahli psikologi, ada alasan di balik kecenderungan kenapa kamu selalu ketemu dengan pasangan yang toxic.
Dalam artikel ini, Radar Bogor akan merangkum penjelasan dari para psikolog tentang pola yang berulang ini.
1. Kondisi keluarga
Orang yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak harmonis cenderung melihat hal-hal secara berbeda.
Misalnya seperti menganggap normal ketika tertarik pada kesombongan, dan mudah jatuh hati serta penasaran pada orang yang melakukan ghosting.
Menurut psikolog, masa lalu dan sikap negatif yang dialami saat masa anak-anak cenderung menarik pasangan yang toxic saat sudah dewasa.
2. Kamu terlalu jujur
Kejujuran adalah hal yang baik, namun ada kalanya kebaikan ini dimanfaatkan oleh orang-orang toxic untuk masuk ke dalam hidup kamu.
Hal ini karena orang jujur cenderung mempercayai dan berprasangka baik terhadap orang lain, meskipun ada tanda-tanda bahwa orang tersebut toxic.
Baca Juga: KDRT Jadi Persoalan Serius di Kabupaten Bogor, Begini Kata Psikolog Rumah Cinta
Orang-orang narsis dan toxic akan memanfaatkan kejujuran kamu itu dan tidak merasa khawatir dengan segala kebohongan yang mungkin mereka buat.
3. Kamu pendengar yang baik
Orang narsis dan toxic biasanya memanfaatkan hal ini untuk humblebrag atau merendah namun secara tidak langsung membanggakan diri.
Mereka tahu bahwa kamu akan terus mendengarkan, dan sebagai pendengar yang baik kamu akan memberikan dukungan dan pujian yang mereka inginkan.
Menjadi pendengar yang baik memang hal yang baik, namun kamu perlu membuat batasan tertentu demi kesehatan mental.
4. Kamu tidak suka melakukan konfrontasi
Orang yang tidak suka melakukan konfrontasi cenderung tidak suka drama, konflik, atau situasi canggung yang mengganggu.
Hal ini bisa jadi alasan kenapa kamu banyak menarik pasangan toxic, karena mereka bisa bebas mengatakan apapun tanpa harus berdebat denganmu.
Bahayanya, kamu bisa saja dimanfaatkan dan hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental kamu.
5. Kamu orang yang terlalu baik
Kamu tidak bisa melihat orang yang kesusahan, insting kamu selalu berkata untuk menolong.
Menurut psikolog, seorang dengan rasa empati tinggi cenderung lebih menarik bagi individu toxic.
Baca Juga: Tips Sukses Kencan Online, Ikuti Saran Psikolog Berikut Ini untuk Menemukan Pujaan Hati yang Tepat
Hal ini karena orang narsis dan toxic tahu kamu baik, sehingga mereka memanfaatkannya untuk lepas dari rasa bersalah setelah melakukan kesalahan.
Cara Mengatasi agar Tidak Terulang Kembali
Salah satu cara agar kamu tidak lagi menarik orang-orang toxic dalam hubunganmu adalah dengan membuat batasan.
Meski hal ini kaan cukup sulit untuk dilakukan, tapi belajarlah untuk mengatakan "tidak" jika kamu merasa kurang nyaman.
Kamu tidak perlu berlaku terlalu baik, karena hal ini hanya akan membuat kamu lelah secara mental dan fisik.
Jika kamu merasa kurang percaya diri dan belum bisa membedakan mana hubungan yang sehat dan tidak sehat, sebaiknya undur untuk memiliki hubungan.
Belajarlah untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu, dan jangan biarkan masa lalu mendikte masa depan kamu.
Dengan begini, kamu akan mengurangi intensitas orang-orang toxic di sekitar kamu.***
Editor : Halimatu Sadiah