RADAR BOGOR - White Knight Syndrome atau kecenderungan untuk selalu "menyelamatkan" seseorang seringkali dilihat sebagai hal yang mulia.
Namun menurut psikolog Ramone Ford, "menyelamatkan" seseorang justru bisa berdampak buruk.
Berikut pengertian, cara mengenali White Knight Syndrome, dan cara mengatasinya tanpa kehilangan rasa percaya diri kamu.
Pengertian White Knight Syndrome
Mengutip dari Healthline, White Knight Syndrome adalah keinginan seseorang untuk "menyelamatkan" orang dengan memperbaiki masalah mereka.
Syndrome ini juga sering disebut sebagai Savior Complex. Dalam konteks hubungan romantis masa kini, ada yang menyebutnya "I can fix him/her" Syndrome.
Tentu saja, setia orang menganggap tolong menolong adalah hal yang positif, dan pengidap sindrom ini tidak akan melihat hal yang salah dalam menolong seseorang.
Namun menurut psikolog Maury Joseph, kecenderungan untuk menyelamatkan ini bisa melibatkan fantasi bahwa kamu bisa melakukan semuanya.
Dengan kata lain, kamu percaya bahwa kamu bisa membuat segalanya jadi lebih baik bahkan tanpa bantuan orang lain.
Orang dengan White Knight Syndrome atau Savior Complex biasanya:
- Merasa lebih baik saat menolong seseorang,
- Percaya bahwa tujuan hidupnya adalah untuk menolong orang,
- Menggunakan banyak energi untuk memperbaiki masalah seseorang hingga di tahap membuat diri sendiri burnout.
Tanda-tanda Kamu Mengidap White Knight Syndrome
1. Kamu tertarik pada orang-orang yang kesulitan
Baca Juga: Mengenal Fenomena Fomo di Kalangan Mahasiswa, Psikolog Asal Bogor Ungkap Dampak dan Pemicunya
Niatan kamu untuk menolong memang sangat baik, tapi menurut psikolog Ramone Ford, kamu menolong karena kamu percaya bahwa itu hal yang benar dan harus dilakukan.
Demi hal itu, kamu akan selalu tertarik dengan orang-orang yang sedang dalam masalah, memiliki sifat toxic, dan dalam situasi yang rumit.
Dalam suatu hubungan, kamu akan memiliki rasa empati yang sangat besar terhadap pasangan dan ingin selalu menolong bahkan jika tidak dibutuhkan.
2. Kamu ingin mengubah seseorang
Psikolog Maury Joseph menjelaskan bahwa White Knight Syndrome percaya bisa memberikan pengaruh besar pada orang lain.
Kamu mungkin berpikir bahwa kamu bisa membimbing orang lain untuk menjadi lebih baik dengan menolong/menyelamatkan mereka.
Hal ini bisa dengan menyarankan untuk beralih karier, mencari hobi, bahkan mengubah perilaku tertentu yang kamu pikir toxic.
3. Kamu merasa jenuh dengan hubunganmu
Kamu cenderung memberikan lebih banyak energi, perhatian, dan usaha untuk pasangan daripada untuk diri sendiri, atau menerimanya dari pasangan.
Timbal balik yang tidak seimbang ini akan membuat kamu merasa lelah, baik secara fisik atau mental, dan jenuh.
4. Kamu melakukan pengorbanan yang berlebih
Baca Juga: Psikolog Ungkap Alasan Kenapa Mantan Ngajak Balikan: Tanda Cinta Lama Bersemi atau Sekedar Pelarian?
Psikolog Maury Joseph menggambarkan White Knight Syndrome sebagai masokisme moral atau sabotase diri sendiri untuk tujuan moral.
Dalam kondisi ini, kamu mungkin akan rela mengorbankan kebutuhan pribadi dan berusaha terlalu keras untuk mengurus orang.
Pengorbanan ini bisa berupa waktu, uang, ruang emosional, dan sebagainya, demi membuat seseorang merasa lebih baik.
5. Kamu berpikir kamu adalah satu-satunya yang bisa menolong
Menurut Maury Joseph, orang dengan Savior Complex biasanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki rasa superioritas.
Misalnya seperti dalam hubungan, kamu selalu berperan sebagai sosok yang "mengurus" dan "memberikan" untuk pasangan kamu.
Kamu selalu percaya bahwa semua masalah yang mereka hadapi akan selesai dengan bantuan kamu.
Dampak White Knight Syndrome
Dampak yang paling terasa dari situasi ini adalah rasa jenuh karena energi yang kamu kuras demi orang lain.
Psikolog Maury Joseph juga berpendapat bahwa sindrom ini bisa berdampak buruk bagi hubungan, baik romantis ataupun keluarga dan teman.
Memperlakukan orang terkasih seperti sesuatu yang perlu diperbaiki dapat membuat mereka merasa frustasi dan kesal.
Baca Juga: Cara Move On Paling Efektif: 7 Saran Psikolog untuk Menghapus Mantan dari Pikiran Kamu Selamanya
Namun di sisi lain, ketidakmampuan untuk menolong orang akan membuat kamu merasa sangat gagal dan tidak berguna.
Hal ini bisa berujung pada perasaan depresi, benci pada orang yang menolak pertolongan kamu, dan frustasi.
Apa yang Perlu Dilakukan untuk Mengatasi White Knight Syndrome?
Mengutip dari Healthline, "dengarkan" dan usahakan untuk tidak "bertindak", karena tidak semua orang ingin dibantu.
Beberapa orang yang curhat padamu mungkin hanya ingin melepas bebas dari pikiran mereka dengan bercerita.
Jangan potong cerita mereka dengan solusi atau keinginan untuk menolong, sebaliknya, dengarkan dengan empati.
Jika benar-benar ingin menolong, alih-alih mengambil alih situasi dari mereka, berikan mereka tawaran dengan mengatakan, "hubungi aku kalau kamu butuh bantuan".
Kamu perlu ingat bahwa kamu tidak bisa mengontrol semua yang terjadi pada kehidupan seseorang.
Kamu memang masih bisa membantu menangani masalah orang lain, namun itu adalah masalah mereka yang harus mereka hadapi sendiri.
Rasan dari para ahli, ada baiknya kamu berbicara dengan psikolog profesional untuk mengatasi keinginan impulsif kamu dalam menolong orang lain.
Sebab White Knight Syndrome bisa diakibatkan oleh ketidakmampuan kamu dalam mengatasi masalah atau trauma sendiri.***
Editor : Halimatu Sadiah