Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Platform Digital S.id Tembus 1,5 Juta Pengguna, Selain Indonesia User Berasal dari 191 Negara

Eka Rahmawati • Jumat, 24 Januari 2025 | 10:20 WIB
Tampilan laman S.id
Tampilan laman S.id

RADAR BOGOR - Platform digital S.id menunjukkan performa gemilang, penggunanya bahkan tembus 1,5 juta sejak pertengahan Januari 2025. 

Tahun 2025 memberi harapan baru bagi platform digital S.id karena sejak pertengahan Januari berhasil menembus 1,5 juta pengguna aktif dengan total tautan link pemendek sebanyak 15,3 juta, sedangkan microsite mencapai 1,43 miliar pengunjung atau visitor.

Hal ini menunjukkan platform S.id semakin mendominasi di tingkat lokal Indonesia dan penggunanya global.

Dari jumlah 1,5 juta pengguna sebanyak 80 persen adalah dari Indonesia, tetapi pengguna dari luar negeri sekitar 636 ribu adalah berasal dari 191 negara.

Lima besar negara pengguna utama setelah Indonesia adalah berasal dari Vietnam, India, Amerika, Hongkong, Banglades.

Dengan capaian-capaian baru tersebut, sebagai platform, S.id yang menawarkan aplikasi pemendek URL (unicode resource locator) dan microsite (biolink) semakin mendapat tempat bagi generasi kiwari.

Dengan membuka link s.id, para Esaider (sebutan untuk pengguna S.id) langsung bisa berkreasi dan berekspresi secara digital.

Dari total 15.3 juta tautan yang dibuat di S.id, sebanyak 14,5 juta atau 95,38 persen merupakan tautan pendek (shortener).

Microsite menyumbang 706 ribu tautan atau 4,6%. Penggunaan platform ini didominasi sektor pendidikan sebesar 33 persen, personal branding  21 persen, event 6 persen, online shop 5 persen, portfolio 3 persen dan laman komunitas 3 persen.

Dominasi ini mencerminkan peran besar S.id dalam mendukung pendidikan dan UMKM.

Direktur PT Aidi Digital Global (ADG) selaku pengembang platform digital S.id Atmaji Sapto Anggoro mengatakan pihaknya bangga karena dalam kurun waktu dua tahun setengah, apresiasi pengguna shortener (pemendek) link dan bio-link (microsite) terhada kehadiran platform S.id semakin massive (semarak).

Baca Juga: Ada 9 Kali Long Weekend Selama 2025, Catat Jadwal Lengkapnya

”Kami tak boleh berpuas diri sehingga akan terus meningkatkan keandalan platform S.id agar semakin bermakna bagi peradaban digital nasional dan global,” ujar Atmaji Sapto Anggoro dalam keterangannya Kamis (23/1/2025). .

Sementara itu platform S.id khusus untuk pemendek sangat penting bagi perusahaan yang akan mengiklankan produk atau branding sehingga mudah diingat pengguna.

Misalnya cukup menuliskan s.id/Merek-X tidak perlu menuliskan URL yang panjang. Sedangkan microsite, saat ini cukup banyak membantu para guru dan dosen yang memajang mata ajarnya di S.id tanpa harus memikirkan hosting bila membuat domain.

Selain guru, para pelaku UMKM dan penyelenggara event organizer atau wedding organizer sudah banyak yang familiar dan memanfaatkan platform S.id.

Menjadi platform digital yang terbuka, pengguna S.id bisa membuat konten secara mendiri (UGC/user generated content) tentu saja banyak tantangan. Terutama menyangkut keamanan dan kenyamanan pengguna dari gangguan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk itu, tim pengembang terus berupaya melakukan tindakan penapisan konten (blocking).

Sebagai upaya menunjukkan keseriusan pengembang platform S.id melakukan teknis penapisan dengan metode pre-factum dan post-factum.

Pre-factum dilakukan dengan mencatat banyak kode yang sudah dalam black-listed. Sedangkan beberapa yang lolos dilakukan post-factum action sehingga akan memperkecil jumlah konten sampah demi kenyamanan pengguna.

Selama ini S.id berhasil memblokir lebih dari 26.000 akun yang terindikasi penyalahgunaan. Sekain itu menambahkan 500 ribu daftar domain berbahaya, dan 205 ribu tautan berbahaya ke dalam daftar blokir.

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2014, di mana S.id menambahkan 450 ribu domain dan 100 ribu tautan berbahaya. 

Ancaman dari domain dan tautan berbahaya yang ditangani S.id mencakup berbagai kategori.

Untuk mendukung upaya ini, S.id menggandeng berbagai pihak kompeten seperti IDADX, NetCraft, PhishLabs, Phishtank, SURBL, VirusTotal, URLVoid, dan lainnya.

Ke depan S.id akan terus dikembangkan kemanfaatannya dan pengembang platform terus melakukan kreasi pengembangan aplikasi-aplikasi yang baru.

Tak hanya S.id, pengembang platform juga membuat aplikasi Klip.id dan 321. Klip adalah aplikasi frame yang cocok untuk gathering komunitas sedangkan 321 aplikasi trivia game yang bisa menjadi survei online.

Pengguna platform S.id sejak pertengahan 2022 sampai sekarang terus menunjukkan peningkatan.

Pada 2023 pengguna platform S.id sebesar 965 ribu dan kini mencapai 1,5 juta berarti tumbuh sekitar 60 persen.

Untuk pengguna microsite s.id tahun 2023 sebesar 201 ribu, pada 2024 menjadi 700 ribu meningkat 3x lipat lebih.

Saat ini tingkat kunjungan rata-rata 37 juta per hari. Ini tentu menarik bagi para pihak yang ingin mempromosikan produk-produknya melalui kesempatan kerjasama bisnis dengan manajemen pengembang S.id.

Kesuksesan yang diraih platform S.id ini tak terlepas dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) melalui PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia/id. Registry) yang menjadi induk dari ADG yang selalu memberikan masukan dan arahan.

Khususnya tentang bagaimana pentingnya platform digital yang sehat dan bermakna dari Indonesia.

Editor : Eka Rahmawati
#sid #platform digital