RADAR BOGOR – Klakson kereta api (KA) melengking membelah pagi di Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug–Stasiun Karangjati, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (24/1).
Petugas juru langsir lalu mengibarkan bendera kuning penanda hati-hati.
Mengutip Jawa Pos Radar Kudus, melajulah dengan sangat pelan, hanya 5 km/jam, kereta api 16 Harina relasi Bandung–Semarang–Surabaya tepat pukul 05.06.
Itu menandai telah dibukanya lagi jalur hulu di petak lintas Semarang Tawang–Cepu–Surabaya.
’’Jalur hulu pada lokasi tersebut sudah selesai diperbaiki pada pukul 03.50 WIB," kata Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo.
Penyangga jalur tersebut amblas akibat diterjang banjir pada Selasa (21/1).
Sejak itu pula, perjalanan KA melewati jalur tersebut harus dialihkan dan sebagian dibatalkan.
Sampai pukul 13.44 Jumat (24/1), total sudah ada tujuh kereta yang melewati lokasi dengan kecepatan yang dinaikkan berkala, dari 5 km per jam menjadi 10 km per jam.
Dengan dibukanya satu jalur hulu itu juga, mulai kemarin siang KAI sudah tidak lagi memberlakukan penerapan pola operasi memutar melalui jalur selatan melewati Stasiun Gambringan–Gundih–Brumbung dan Brumbung–Gundih–Solo–Surabaya.
Dari Jakarta, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyebut kereta api Harina 126A lintas Bandung–Cikampek–Surabaya Pasar Turi, kereta api Sembrani Tambahan 7010A lintas Gambir–Surabaya Pasar Turi, dan kereta api Parcel lintas Kampung Bandan–Surabaya Pasar Turi termasuk di antara kereta yang sudah bisa melintas di jalur tersebut.
Menurut Didiek, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras tim operasional KAI yang bekerja siang dan malam.
Perbaikan juga mendapat dukungan penuh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jateng.
Seperti dilansir Jawa Pos Radar Semarang, selama terjadinya gangguan transportasi kereta api pada periode Selasa (21/1) hingga Jumat (24/1), total terdapat 89 KA yang berjalan memutar melewati jalur Brumbung–Gundih– Gambringan dan Brumbung–Solo– Surabaya.
Plus 29 KA yang dibatalkan perjalanannya. Selain itu, tercatat ada lebih dari 1.200 pelanggan yang membatalkan tiket kereta api-nya pada periode tersebut.
KAI juga melakukan evakuasi dengan menggunakan bus dan kendaraan lain.
’’Total terdapat 46 unit bus yang disediakan KAI Daop 4 Semarang dalam mengakomodasi para penumpang kereta api akibat adanya pengalihan operasional perjalanan kereta api maupun pembatalan perjalanan kereta api yang dilakukan," jelasnya.
Franoto menambahkan, saat rakor penanganan bencana, sempat disinggung soal pembuatan terowongan di lokasi terdampak banjir.
’’Kita lihat ke depannya akan menjadi pertimbangan KAI untuk pelaksanaannya. Kami siap bekerja sama dengan pihak yang berwenang, dalam hal ini BTP DJKA (Balai Teknik Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian) Kementerian Perhubungan,’’ ujarnya.
Didiek juga mengungkapkan, sebagai langkah antisipasi jangka panjang, KAI bersama BBWS dan BTP Jateng tengah mematangkan rencana pembangunan tanggul di sisi jalur kereta api.
Itu dimaksudkan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat bencana ke depannya.
’’Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan jalur kereta api terhadap potensi bencana seperti banjir atau longsor, katanya. (int/lyn/c7/ttg)
Editor : Siti Dewi Yanti