Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menhub Minta Supaya THR Bisa Cair Lebih Awal, Begini Alasannya

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 27 Januari 2025 | 08:32 WIB

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi

RADAR BOGOR - LIBUR Idul Fitri memang masih sekitar tiga bulan lagi.

Namun, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi berupaya mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran sejak dini.

Caranya dengan merancang sejumlah kebijakan yang akan mengurai kepadatan kendaraan.

Antara lain, mendorong pencairan tunjangan hari raya (THR) lebih awal, menetapkan buffer zone di pelabuhan, hingga mendorong harga tiket pesawat lebih murah.

Menhub Dudy Purwagandhi menuturkan, terdapat momentum dua hari besar yang berdekatan, yaitu Hari Raya Nyepi pada 29 Maret dan Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret–1 April.

’’Kondisi batas waktu dimulainya dan selesainya libur akan memengaruhi tingkat kepadatan jalan dan tingginya pemanfaatan layanan di berbagai moda transportasi,’’ papar Dudy Purwagandhi.

Masa libur panjang, lanjut Dudy Purwagandhi, akan berdampak signifikan pada lonjakan pergerakan masyarakat.

Tanggal mulai dan selesainya libur tak hanya memengaruhi kepadatan, tapi juga penentuan puncak arus mudik dan balik.

Dudy Purwagandhi mengatakan sudah bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada Jumat (24/1) lalu.

Dalam pertemuan itu, dibahas waktu pembayaran THR kepada para tenaga kerja.

’’Pembayaran THR lebih awal diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menentukan waktu perjalanan mudik Lebaran,’’ paparnya.

Menhub juga memaparkan strategi menghadapi angkutan Lebaran mendatang.

Strategi tersebut, antara lain, implementasi buffer zone untuk mengurai kemacetan di akses menuju Pelabuhan Penyeberangan (Merak–Bakauheni).

Lalu, optimalisasi terminal yang masih kurang dimanfaatkan maskapai bertarif rendah dalam mendukung penurunan harga tiket pesawat secara berkelanjutan.

’’Juga, pelaksanaan layanan direct train dengan tetap mempertimbangkan kesiapan lokomotif dan masinis,’’ jelasnya.

Langkah lainnya adalah optimalisasi aset infrastruktur, penyelenggaraan program mudik gratis, serta digitalisasi tiket pada semua moda transportasi.

’’Intinya mendorong penggunaan angkutan umum,’’ tegasnya.

Dia berharap dengan strategi tersebut, angkutan Lebaran 2025 dapat sebaik atau lebih baik dibandingkan angkutan Nataru 2024–2025.

’’Masyarakat pun menilai positif penyelenggaraan angkutan Nataru 2024–2025,’’ jelasnya.

Mengutip hasil survei nasional tingkat kepuasan pengguna transportasi yang diselenggarakan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM), secara umum jumlah responden yang menjawab puas dan sangat puas mencapai 86 persen.

Indeks kepuasan pengguna transportasi mencapai nilai 4.39 atau 88,28 persen dari skor maksimum. ’’Angka tersebut berada di kategori sangat puas,’’ jelasnya. (idr/c7/oni)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Dudy Purwagandhi #lebaran #thr #mudik #menhub