RADAR BOGOR - Gubernur Jabar (Jawa Barat) terpilih, Dedi Mulyadi mengungkapkan, menerima keluhan dari Satpol PP saat diminta untuk menutup tambang ilegal.
"Dia (satpol PP) mengatakan saya hanya punya operasional setahun Rp500 juta, akhirnya kehidupan saya (Satpol PP) mengandalkan dari operasi rokok ilegal," ujar Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi Mulyadi, pihaknya mendapatkan respon positif terkait dorongan penutupan tambang ilegal.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, pihaknya berterima kasih pada Kapolda Jabar yang memberikan supporting bagi seluruh jajaran Polres dan Polresta se-Jawa Barat untuk melakukan penutupan terhadap berbagai kegiatan tambang ilegal.
"Yang menarik hari ini, saya mendapat laporan tentang ditemukannya tambang emas ilegal di Ciwaringin, kabupaten Bandung," paparnya.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi menjelaskan, sudah 14 tahun ada kerugian negara yang sangat tinggi.
Dedi Mulyadi menambahkan, akan meminta jajaran Polda Jabar dan Kejaksaan tinggi Jawa Barat untuk bersama-sama melakukan audit terhadap potensi kerugian negara yang disebabkan karena pertambangan ilegal tersebut.
Dedi Mulyadi menegaskan, sanksi tegas akan memberikan efek yang cukup luas bagi kehidupan masyarakat Jawa Barat.
Pertama, kata dia, kenyamanan di jalan raya. Kedua adalah terjaganya ekosistem.
Ketiga adalah selamatnya keuangan negara dan keempat hilangnya kebiasaan untuk sasalimpetan mendapatkan uang dari kegiatan-kegiatan ilegal dan akhirnya orang saling tuduh.
Dedi Mulyadi menjelaskan, pihaknya tidak ingin lagi ada backing-backingan.
"Kapolda sudah menyampaikan, Kang Dedi tegak lurus, selesaikan kita bersihkan saya meyakini masalah ini selesai," tuturnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim