Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

858 Sapi Mati Akibat Wabah PMK, Bagaimana Stok Daging Jelang Ramadhan? Begini Penjelasan Kementan

Yosep Awaludin • Selasa, 28 Januari 2025 | 08:37 WIB
Ilustrasi vaksinasi PMK pada hewan sapi. Kasus PMK melonjak dalam dua bulan terakhir.
Ilustrasi vaksinasi PMK pada hewan sapi. Kasus PMK melonjak dalam dua bulan terakhir.

RADAR BOGOR—Para peternak sapi saat ini mengalami kesulitan untuk mengatasi wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), sementara permintaan daging terus meningkat jelang dan selama bulan Ramadhan.

Namun, Kementan, melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda, memastikan bahwa wabah PMK ini tidak akan mengganggu stok daging sapi.

Dia menyatakan bahwa angka kematian wabah PMK saat ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kasus tahun 2022. Dia menyatakan bahwa angka kematian sapi tercatat sebanyak 858 ekor dari Januari hingga 23 Januari 2025.

Sedangkan pada periode yang sama di 2024, total kasus sapi mati akibat PMK sekitar 27 ribuan. "Jadi artinya masih sekitar 2 persen ternak yang terdampak PMK," tuturnya Senin (27/1/2025).

Agung menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang ketersediaan daging sapi untuk menyambut bulan Ramadan hingga lebaran, termasuk Idul Adha.

Agung menegaskan bahwa populasi sapi di Indonesia masih besar, bahkan dengan tren penurunan harga sapi saat ini.

Namun, dia meminta para peternak untuk berpartisipasi secara aktif dalam program vaksinasi sapi mereka. "Supaya sapinya terhindar dari risiko pelunaran PMK," katanya.

Dia menegaskan bahwa ketersediaan daging sapi termasuk daging beku dan sapi siap potong, dan bahwa jumlah sapi yang ada di pusat penggemukan masih besar. "Stok daging sapi kita pantau setiap pekan. Intinya masih mencukupi," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis Almasyhari mempertanyakan kembali meningkatnya kasus PMK.

Dia meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk melindungi sektor peternakan dan kesejahteraan masyarakat.

Abdul Kharis menyatakan bahwa tindakan yang telah diambil Kementan, termasuk membangun Satuan Tugas (Satgas) PMK Nasional, meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan, dan melaksanakan program vaksinasi hewan ternak, telah berhasil.

Dia meminta agar ada koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan instansi terkait agar lebih efektif.

Dia menyarankan pasar hewan ditutup selama 14 hari dan disinfeksi jika PMK ditemukan di suatu daerah nantinya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#sapi #pmk #kementan