Kabar Baik, Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2025 Cair 3 Kali Lipat, Proses Penyaluran Lewat KKS atau PT Pos
Mutia Tresna Syabania• Jumat, 31 Januari 2025 | 06:33 WIB
Ilustrasi uang pencairan bansos tahun 2025.
RADAR BOGOR - Kabar baik untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bansos tahap 1 tahun 2025 akan dicairkan tiga bulan sekaligus, dan proses penyaluran sudah mulai dilakukan.
Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp504,7 triliun dalam APBN 2025 untuk program perlindungan sosial, termasuk PKH dan BPNT. Sebagai bukti komitmen pemerintah, bantuan sosial mulai disalurkan pada pekan terakhir bulan Januari.
Kabar baiknya, bantuan BPNT sebesar Rp200.000 per bulan akan dicairkan tiga kali lipat, yaitu Rp600.000. Begitu pula dengan bantuan PKH, yang biasanya dicairkan per 2 bulan melalui kartu KKS, kini akan disalurkan per 3 bulan untuk alokasi Januari hingga Maret.
Proses penyaluran bantuan PKH dan BPNT dilakukan secara bersamaan, baik melalui kartu KKS (BRI, BNI, Mandiri, BSI) maupun PT Pos Indonesia. Saat ini, proses cek rekening sedang berlangsung.
Besaran bantuan PKH tahap 1 yang akan diterima berbeda-beda, tergantung pada kategori penerima:
- Ibu hamil: Rp750.000 per 3 bulan
- Anak usia dini: Rp750.000 per 3 bulan
- Siswa SD: Rp225.000 per 3 bulan
- Siswa SMP: Rp375.000 per 3 bulan
- Siswa SMA: Rp500.000 per 3 bulan
- Lansia: Rp600.000 per 3 bulan
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per 3 bulan
Bagi penerima PKH sekaligus BPNT, tentu akan menerima bantuan dengan jumlah yang lebih besar. Misalnya, jika kamu menerima PKH lansia dan juga BPNT, maka kamu akan menerima total Rp1.200.000 (Rp600.000 + Rp600.000).
Progres pencairan bantuan PKH tahap pertama periode Januari-Maret 2025 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Nama-nama KPM dan nominal bantuan yang akan diterima sudah dapat dicek melalui aplikasi SIKS-NG. Namun, akses ini terbatas untuk pemilik akun SIKS-NG, seperti pendamping sosial, operator desa, atau supervisor di dinas sosial.
Meskipun demikian, KPM diimbau untuk tidak terlalu terpaku pada berita-berita yang beredar di media sosial. Selalu lakukan cross-check kebenaran informasi dan tanyakan kepada pendamping sosial PKH di tempat tinggal masing-masing.
Selain bantuan PKH dan BPNT, pemerintah juga terus menggulirkan bantuan pangan beras 10 kg gratis kepada keluarga berpenghasilan rendah. Program ini bertujuan untuk menahan efek domino lonjakan harga beras.
Bantuan beras ini akan disalurkan untuk alokasi 6 bulan, dengan total bantuan 60 kg beras per keluarga. Penyaluran akan dilakukan berturut-turut pada bulan Januari dan Februari 2025, dan 4 bulan berikutnya akan dikondisikan.
Pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2025 merupakan kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan, bantuan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat.***