Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kebijakan Pembelian Gas Elpiji 3 Kg Makan Korban, Warga Meninggal Dunia Usai Pulang dari Pangkalan

Yosep Awaludin • Selasa, 4 Februari 2025 | 09:00 WIB
Seorang warga membawa dua tabung gas elpiji 3 kg.
Seorang warga membawa dua tabung gas elpiji 3 kg.

RADAR BOGOR - Seorang warga meninggal dunia setelah membeli gas elpiji 3 kg dari pangkalan di Pamulang, Tangerang Selatan.

Warga tersebut sebelumnya dilaporkan meninggal karena mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kg, sehingga menjadi viral di media sosial.

Namun, menurut Kompol Widya Agustiono, Kapolsek Pamulang, korban tidak tewas karena mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kg. Korban disebut kelelahan setelah menenteng tabung gas.

"Terkait pemberitaan yang viral tersebut tidak benar. Yang bersangkutan meninggalnya bukan karena antrean. Saya kasih tahu kronologinya, di mana almarhum ini jualan nasi uduk jam 5 pagi kebetulan jam 10 gasnya habis," katanya kepada awak media, Senin (3/2/2025).

Kemudian dia pergi ke pangkalan gas elpiji 3 kg untuk membeli gas, yang jaraknya dari rumahnya sampai pangkalan 200 meter. Setelah membelinya, korban berjalan kaki dan membawa dua tabung gas.

"Kemudian beliau pulang, karena merasa lelah, kemudian istirahat sebentar di rumah tetangganya sebelum kembali ke rumahnya," kata Kompol Widya.

"Oleh tetangganya diantar ke rumah, dan saat sampai di rumah, menantu perempuannya melihat ibunya mengeluh kelelahan," terang Kompol Widya.

Karena merasa khawatir, menantunya menghubungi sang suami yang merupakan anak almarhum.

"Begitu anaknya datang dari tempat kerja, almarhum kemudian dibawa ke RS Permata Pamulang dan saat ditangani dokter ternyata rupanya beliau sudah meninggal," jelasnya.

Korban diduga meninggal di rumah sakit. "Faktanya tidak ada antrean, kedua beliau meninggal di RS Permata Pamulang," kata Kompol Widya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#tangerang selatan #gas elpiji 3 kg #meninggal dunia