RADAR BOGOR - Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi ikut menyoroti polemik penjualan elpiji 3 kg yang terjadi di masyarakat saat ini.
Dedi mengatakan kebijakan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) terkait penjualan gas elpiji 3 kg sebenarnya bagus.
"Niat dari Kementerian ESDM itu sangat baik menyelamatkan uang negara agar jatuh ke tangan yang berhak. Tetapi niat baik saja tidak cukup kalau tidak dilakukan dengan hati-hati dan perencanaan yang tepat," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang disampaikan di Instagram @dedimulyadi71, Selasa (4/2/2025).
Menurut pria yang disapa KDM itu menilai yang terjadi saat ini kebijakan Kementerian ESDM yakni untuk menghapus penyalahgunaan subsidi 3 kg yakni subsidi 3 kg digunakan oleh orang-orang kaya hingga pedagang besar.
Tak hanya itu subsidi 3 kg bahkan kerap disalahgunakan oleh orang yang mengalihkan gasnya ke tabung gas ukuran besar non subsidi dan dijual dengan harga non subsidi dan ini kata Dedi termasuk kejahatan.
"Maka Kementerian ESDM akan merubah pengecer menjadi sub pangkalan," kata Dedi.
Akan tetapi menurut Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih itu, kebijakan yang dilakukan Kementerian ESDM diambil terlalu cepat.
"Seharunya disiapkan dulu perangkatnya. Warung-warung diubah menjadi sub pengecer, didaftarkan para penerimanya kemudian didatakan dengan baik. Kemudian dibuat percobaan. Setelah seluruhnya siap baru diberlakukan," ungkap KDM.
Ia berharap semoga apa yang terjadi saat ini menjadi pembelajaran, terlebih mulai hari ini sudah diambil keputusan warung-warung atau pengecer bisa kembali menjual elpiji 3 kg.
"Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semuanya agar kedepan negara tepat sasaran dalam memberikan subsidi dan rakyat pun menyadari kalau yang bukan berhak menerima subsidi sebaiknya tidak mengambil gas 3 kg," tutupnya.
Editor : Eka Rahmawati