RADAR BOGOR – Presiden Prabowo Subianto membuka Kongres Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) XVIII di Jatim Expo, Surabaya, Senin (10/2).
Di hadapan ribuan anggota Muslimat, dia mengaku grogi.
Sebab, tidak hanya berhadapan dengan emak-emak, tetapi juga Tentara Nahdlatul Ulama (TNU) yang semangatnya sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
”Seumur hidup saya, saya sering memberikan sambutan, tapi sekarang saya grogi, emak-emaknya banyak sekali,” kata Prabowo disambut tawa hadirin.
’’Apalagi, anggota TNU (Muslimat NU, Red) sebanyak 36 juta, lebih banyak dari TNI. Ini sangat luar biasa,” imbuhnya
Ribuan anggota Muslimat NU memadati kawasan Jatim Expo Senin (10/2).
Mereka aktif bersalawat sepanjang acara. Emak-emak yang mengenakan seragam hijau tampak antusias mengikuti acara.
Sejumlah tokoh hadir dalam pembukaan kongres.
Selain presiden, ada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Juga tampak beberapa menteri serta Kapolri, panglima TNI, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Presiden mengapresiasi pelaksanaan kongres.
Kesolidan jemaah Muslimat NU sangat menginspirasi.
”Sangat benar yang disampaikan rais aam PBNU. Emak-emak yang menentukan masa depan bangsa ini,” katanya.
Prabowo juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong pembangunan bangsa. Khususnya di bidang pendidikan.
Dia ingin memperbaiki sekolah-sekolah di pelosok negeri yang kondisinya sudah tidak layak.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa tema kongres yang diangkat kali ini adalah Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban. Itu sengaja diangkat demi membangun bangsa.
”Muslimat NU ingin menggerakkan anggota dan pengurus untuk meneduhkan peradaban. Karena jika ibu-ibunya baik, maka dunia akan baik,” kata Khofifah.
Saat ini, lanjut gubernur Jatim terpilih tersebut, Muslimat NU merupakan organisasi yang memiliki kekuatan cukup besar.
Muslimat NU mengelola 209 panti asuhan, 111 layanan kesehatan yang 49 di antaranya adalah rumah sakit.
”Kami juga membina 72 ribu majelis taklim se-Indonesia, 16 ribu Taman Pendidikan Alquran, dan 9.800 TK dan RA serta 7.000 PAUD,” ungkap Khofifah. (hen/far/c6/dio)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim