RADAR BOGOR - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) bertanya-tanya mengapa jumlah bantuan yang diterima berbeda-beda.
Padahal, penerima bansos memiliki komponen yang sama dengan KPM lainnya.
Artikel ini akan menjelaskan secara detail faktor-faktor yang mempengaruhi besaran bansos PKH yang diterima oleh setiap KPM.
Komponen PKH dan besaran bantuan
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bansos bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin.
Besaran bantuan PKH yang diterima oleh setiap keluarga sangat bervariasi dan tergantung pada beberapa komponen, di antaranya:
- Ibu Hamil: Bantuan diberikan untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan janin.
- Anak Usia Dini: Bantuan diberikan untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
- Anak Sekolah: Bantuan diberikan untuk mendorong anak-anak usia sekolah agar tetap bersekolah.
- Lansia: Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar lansia.
- Penyandang Disabilitas Berat: Bantuan diberikan untuk membantu penyandang disabilitas berat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Besaran bantuan untuk setiap komponen tersebut berbeda-beda dan dapat berubah setiap tahunnya sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Total bantuan PKH yang diterima oleh seorang KPM adalah penjumlahan dari besaran bantuan untuk setiap komponen yang dimilikinya.
Misalnya, jika seorang KPM memiliki komponen ibu hamil, anak usia dini, dan lansia, maka total bantuan yang diterimanya adalah penjumlahan dari besaran bantuan untuk ketiga komponen tersebut.
Contoh Perhitungan:
Baca Juga: Cek Bansos Hari Ini, Apakah Sudah Ada Saldo Masuk ke Kartu KKS Pencairan Bansos Tahap 1 Tahun 2025?
KPM A: Memiliki komponen ibu hamil, anak usia dini, dan lansia. Jika besaran bantuan untuk masing-masing komponen adalah Rp750 ribu, maka total bantuan yang diterima adalah Rp750 ribu x 3 = Rp2,25 juta.
KPM B: Memiliki komponen anak SD, anak SMP, dan lansia. Jika besaran bantuan untuk masing-masing komponen adalah Rp225 ribu, Rp375 ribu, dan Rp600 ribu, maka total bantuan yang diterima adalah Rp225 ribu + Rp375 ribu + Rp600 ribu= Rp1,2 juta.
Besaran bantuan PKH dapat berubah setiap tahunnya sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Data yang tercatat dalam DTKS akan menjadi acuan dalam penentuan penerima manfaat dan besaran bantuan.
Proses verifikasi dan validasi data secara berkala dapat menyebabkan perubahan data penerima manfaat dan besaran bantuan.
Selain PKH, banyak KPM juga menerima bantuan pangan non tunai (BPNT).
Besaran bantuan BPNT umumnya bersifat tetap dan diberikan dalam bentuk sembako.
Total bantuan yang diterima oleh seorang KPM adalah penjumlahan dari bantuan PKH dan BPNT.
KPM yang memiliki rekening bank akan menerima pencairan melalui transfer bank.
KPM yang tidak memiliki rekening bank akan menerima pencairan melalui kantor pos.
Periksa secara berkala saldo rekening atau kartu KKS untuk memastikan apakah bantuan sudah cair.
Simpan dengan baik semua dokumen yang berkaitan dengan bansos, seperti KTP, KK, dan kartu KKS.
Besaran bantuan PKH yang diterima oleh setiap KPM sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, KPM dapat mengetahui mengapa besaran bansos yang diterima berbeda-beda.
Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut soal bansos, sebaiknya konsultasikan dengan pendamping sosial di wilayah masing-masing.***
Editor : Halimatu Sadiah