RADAR BOGOR - Hai sobat Radar Bogor, kali ini kita akan bahas trending tagar #KaburAjaDulu yang lagi viral di Indonesia yaitu fenomena anak muda yang lebih memilih bekerja di luar negeri daripada di dalam negeri.
Kenapa ya? apa yang bikin mereka memutuskan untuk merantau jauh.
Yuk, simak asal-usulnya biar ga kudet alias kurang update.
Akhir-akhir ini, warganet sedang ramai memakai tagar #KaburAjaDulu.
Ya, tagar #KaburAjaDulu tersebut merupakan ajakan untuk pindah ke luar negeri demi untuk mendapatkan hidup yang lebih sejahtera.
Selain itu, ungkapan kekecewaan dan reaksi frustasi terhadap berbagai masalah sosial di Indonesia.
Termasuk, keinginan mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.
Trending #KaburAjaDulu banyak digandrungi anak muda untuk menyerukan keresahan mereka terhadap tanah air dengan berbagai polemiknya seperti lapangan kerja yang sempit hingga harga kebutuhan pokok yang melonjak, kondisi sosial hingga ekonomi di Indonesia saat ini yang berkontribusi pada terjadinya fenomena ini.
Dengan tingkat pengangguran yang masih tinggi, terutama di kalangan lulusan baru, banyak yang merasa terjebak dalam situasi yang tidak memuaskan.
Menurut data terbaru, jumlah anak muda Indonesia yang bekerja di luar negeri terus meningkat.
Mulai dari menjadi tenaga kerja profesional, pekerja di sektor kesehatan hingga pekerja kreatif di industri digital.
Ternyata, ada beberapa alasan kuat di balik keputusan mereka.
Trending #KaburAjaDulu dulu dinilai berpotensi mengakibatkan brain drain yakni kehilangan talenta muda yang potensial.
Laporan Global Liveability Index menempatkan Jakarta di peringkat 139 dari 173 kota besar dunia.
Hal tersebut menunjukkan rendahnya kualitas hidup di Indonesia, termasuk transportasi pendidikan dan kesehatan.
Menurut A.B. Widyanta yang merupakan Sosiolog Universitas Gadjah Mada atau UGM, viralnya tagar #KaburAjaDulu merupakan pesan serius dan bentuk keresahan masyarakat mengenai berbagai masalah.
Ia mengatakan, tagar #KaburAjaDulu bagian dari rasa frustasi melihat tak adanya harapan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim