Oleh: Ahmad Ryan Kurniadi Makuasong
Indikator kemiskinan dalam suatu negara cukup kompleks bila ditelusuri lebih dalam, hal ini mengindikasikan bahwa tidaklah mudah untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Pada Maret 2024, garis kemiskinan di Indonesia adalah sebesar Rp. 582.932,- per kapita/bulan.
Faktor penyebabnya pun berbagai macam di antaranya yaitu taraf hidup masyarakat yang buruk, upah minimum yang tidak memadai, peningkatan jumlah pengangguran, dan inflasi.
Tingginya angka kemiskinan tentu dipengaruhi oleh Indeks Pembangunan Manusia. Indeks pembangunan manusia dihitung menggunakan rata-rata geometrik dari 3 elemen dasar yaitu harapan hidup, indeks minat baca, pendidikan dan standar hidup.
Sistem Pendidikan menjadi faktor penentu dalam mentutaskan problematika garis kemiskinan. Semakin tinggi akses pendidikan yang diperoleh, maka semakin tinggi pula potensi kelayakan hidup bagi konsumen pendidikan.
Dalam konteks Nilai-nilai dasar perjuangan HMI akan merujuk pada bentuk idealnya manusia yaitu Insan kamil. Manusia dikontraskan ideal apabila dirinya telah memahami kebenaran dan menyatu didalam kebenaran itu sendiri.
Insan kamil yang kemudian dipahami sebagai manusia paripurna telah dapat mencerminkan sifat-sifat Tuhan secara sempurna. Sehinga insan kamil merupakan tingkat kemanusiaan tertinggi dimana ketika dirinya mampu mengaktualisasikan setiap potensi yang terdapat dalam dirinya.
Ketika sang pribadi mampu menghilangkan partikel-partikel keegoisan, yang dimana merupakan kotoran yang menempel pada cermin jiwa manusia maka akan terpantul dengan baik sifat-sifat ilahi tersebut.
Manusia menempati peringkat paling akhir sebagai wadah tajali Tuhan dengan nama-Nya, dan menduduki tempat paling dekat dengan Tuhan. Maka dalam posisi itu pula ia merupakan wadah Tajalli Ilahi yang sempurna, baik lahir maupun batin.
Apabila dilihat dari segi lahir, jasad manusia merupakan miniatur alam semesta, sedangkan dari segi batin ia merupakan citra Tuhan. Namun demikian, tidak semua manusia dapat menduduki posisi tersebut, hanya manusia yang telan mencapai pucak kesempurnaan yang mampu meraihnya.
Tujuan manusia dimuka bumi dalam tafsir NDP yaitu menjadi Khalifah dan beribadah. terhadap manusia secara universal dalam mencapai tingkat kesempurnan insan kamil.
Selaras dengan hal tersebut dalam diri manusia juga melekat akan dua hal yaitu makhluk individual dan makhluk sosial.
Berbicara mengenai individu maka yang ada adalah kemerdekaan berpikir dan berkehendak, dimana manusia memiliki potensi akan hal itu. Manusia memiliki 3 potensi dasar yaitu kehendak merdeka, kesadaran dan kreativitas.
Apabila ia mampu menterjemahkan dan mengamalkan potensi dirinya maka tingkat kelayakan hidup akan menjadi lebih tinggi. Kelayakan hidup yang lebih tinggi dengan berbagai kreasi dan inovasi yang di hidupkan menjadikan individu tersebut memiliki potensi nyata dalam melewati gartis kemiskinan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga