Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Presiden Prabowo Ungkap 8 Kebijakan Ekonomi untuk Dorong Pertumbuhan di Kuartal I 2025

Halimatu Sadiah • Rabu, 19 Februari 2025 | 07:39 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta.
Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta.

RADAR BOGOR - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan delapan kebijakan yang dirancang pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2025.

Delapan kebijakan Presiden Prabowo tersebut termasuk program Makan Bergizi Gratis, pencairan THR dan bansos, serta sejumlah insentif untuk sektor ekonomi lainnya.

Prabowo memaparkan kebijakan ini dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan terus menerapkan kebijakan strategis untuk memperkuat ekonomi, dengan sejumlah langkah yang melibatkan berbagai sektor.

"Pemerintah akan terus menerapkan kebijakan-kebijakan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita," kata Prabowo.

Kebijakan pertama adalah kenaikan UMP 2024, kedua optimalisasi penyaluran bansos (PKH, Kartu Sembako, BLT-DD) pada Februari dan Maret 2025.

Selain itu, ketiga pencairan THR untuk ASN dan pekerja swasta juga dijadwalkan pada Maret 2025.

Keempat, pemerintah juga akan memberikan stimulus pada bulan Ramadhan dan Lebaran, seperti diskon harga tiket pesawat, tarif tol, dan harga pangan.

Selanjutnya kelima, kebijakan termasuk paket stimulus ekonomi berupa diskon tarif listrik dan insentif untuk sektor otomotif dan properti, serta keenam program Makan Bergizi Gratis untuk mempercepat distribusi makanan sehat.

Ketujuh, optimalisasi penyaluran KUR, dan kedelapan panen padi yang terealisasi secara optimal.

Prabowo juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan energi, serta pengelolaan BUMN melalui konsolidasi dana investasi nasional yang akan diluncurkan pada 24 Februari 2025 dengan nama Danantara.

Kebijakan lainnya mencakup pembangunan kawasan industri, kemudahan berusaha, dan fasilitas pembiayaan perumahan untuk 3 juta rumah murah.

Dalam bidang internasional, Indonesia bergabung dengan BRICS, dan menyelesaikan beberapa perjanjian perdagangan seperti Indonesia-Canada CEPA dan Indonesia-EU CEPA.

"Yang terakhir kita juga ingin secepatnya menyelesaikan kerjasama Indonesia kita Indonesia-Uni Eropa CEPA juga," pungkas Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto berharap kebijakan-kebijakan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.***

Editor : Halimatu Sadiah
#indonesia #kebijakan ekonomi #prabowo