RADAR BOGOR - Informasi terbaru mengenai pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2025.
Berdasarkan laporan dari beberapa KPM dan agen, saldo bansos BPNT Rp600 ribu masih belum terlihat atau masih "zonk".
Namun, perlu diingat bahwa proses pencairan bansos dilakukan secara bertahap.
Jadi, bagi KPM yang belum menerima bantuan, diharapkan untuk tetap bersabar dan memanfaatkan layanan m-banking BRImo untuk mengecek saldo secara berkala.
Bank Mandiri, BSI, BNI, dan BRI telah mulai melakukan penyaluran bantuan PKH secara bertahap melalui kartu KKS, dan beberapa KPM telah menerima saldo bantuan tersebut.
Namun, bagi yang masih menunggu, dihimbau kepada KPM untuk terus memantau rekening KKS dan bersabar menunggu giliran.
Sementara itu, kabar gembira datang bagi KPM PKH dan BPNT yang pencairannya melalui PT Pos Indonesia, karena status SP2D di aplikasi SIKS-NG menunjukkan bahwa bantuan tahap pertama akan segera dicairkan.
Saat ini, statusnya sudah "SI" (Standing Instruction), yang berarti Kemensos telah menerbitkan Surat Perintah Pemindahbukuan ke rekening KPM melalui PT Pos Indonesia.
Selanjutnya, PT Pos Indonesia akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk penjadwalan pencairan.
Setelah jadwal ditetapkan, surat undangan berbarcode akan dibagikan kepada KPM.
KPM diharapkan untuk mengambil bantuan sesuai dengan jadwal dan tempat yang telah ditentukan.
Proses pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT dilakukan secara bertahap, sehingga KPM yang belum menerima bantuan diharapkan untuk tetap bersabar.
Untuk memudahkan pengecekan saldo, KPM disarankan untuk memanfaatkan layanan m-banking yang disediakan oleh masing-masing bank.
Bagi KPM yang pencairannya melalui PT Pos Indonesia, diharapkan memperhatikan batas waktu pengambilan bansos agar tidak terlewat dan bantuan tidak dikembalikan ke kas negara.
Proses pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2025 terus berlangsung, diharapkan dapat bermanfaat bagi KPM dan keluarga penerima manfaat.***
Editor : Halimatu Sadiah